Konten dari Pengguna

Menyambut Semangat Pagi dengan Membara

Mara Ongku Hsb
Dosen Studi Islam di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Guru Pancasila di SMP Widya Graha Pekanbaru
18 Agustus 2025 16:30 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Menyambut Semangat Pagi dengan Membara
Suksesnya hidup tidak melihat dimana kita tinggal di desa atau di kota ciri-ciri kesuksesan ditandai dengan semangatnya kehidupan yang dijalani seseorang
Mara Ongku Hsb
Tulisan dari Mara Ongku Hsb tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber : Dokumen Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Dokumen Pribadi
Pagi sangat cerah menjadi cahaya bagi yang menyambutnya, menjadi gelap bagi yang masih memanjakan kamarnya lebih suka selimutnya daripada semangat paginya, kalau tidur dapat membawa sukses dan kaya tentulah orang-orang sejak dulu sudah mewariskan tidur sebagai alat untuk kaya dan sukses
Nyatanya, tidak seperti itu sebaliknya orang-orang dulu sedikit tidurnya kalau kita lihat kehidupan orang-orang di kampung jam 03.00 sudah mulai sibuk mulai dari pekerjaan ringan sampai pekerjaan yang berat. Mereka sangat enjoy your life dengan ini sebuah kesenangan dan kebahagiaan yang tidak bisa ditukar dengan kehidupan kota
Tidak ada yang salah dengan kehidupan kota, sebenarnya masing-masing mempunyai peradaban masing-masing yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja, pada dasawarsa 1930-an hanya 5 % dari penduduk Hindia tinggal di kota, tetapi pengaruh mereka sudah melebihi dari proporsi jumlah mereka.
Kota memainkan peran dalam menciptakan rasa ke-Indonesia an bagi orang-orang yang oleh Belanda menyebutnya dengan Pribumi, hal ini bukan hanya karena kota menjadi pusat pendidikan dan pekerjaan dan tempat pertemuan, tetapi juga karena kota mewakili semua hal yang modern baik dan buruk. Rasa modern, terutama keinginan untuk maju, penting dalam menempa nasionalisme orang-orang Indonesia. (Vickers, 2011)
Salah satu tokoh nasionalis modern yang berangkat dari desa ke kota adalah Tirto Adhi Suryo, dari Blora ke kota besar seperti Madiun untuk memperoleh pendidikan tetapi karena ia ingin belajar kedokteran ia berangkat ke Batavia (Jakarta). Ia belajar bahasa Belanda berkat dari belajarnya ia menulis artikel-artikel yang berbahasa Belanda ia bisa berinteraksi dengan bebas menggunakan bahasa Belanda disamping itu, Belanda juga menariknya sebagai dari bagian elit yang dekat dengan Belanda. Ia juga termasuk pemberontak terhadap tatanan kolonial.(Vickers, 2011)
Desa juga memainkan peran penting, orang-orang besar pemimpin negara ini diketahui histori hidupnya juga berasal dari pedesaan sebut saja Soekarno, Soeharto adalah berasal dari desa atau kampung kehidupan desa telah membentuknya menjadi pribadi tangguh untuk menjadi pejuang di tengah kota yang riuh tersebut.
Indahnya kehidupan bila diartikan dengan semangat dan senyuman desa dan kota akan menjadi terbelakang dalam benak seseorang bila sama saja tidak dihiasi dengan semangat pagi, orang kota merindukan kehidupan kampung tapi jika tidak dibubuhi dengan semangat justru desa tidak seindah yang dibayangkan. Orang desa juga merindukan dan ingin hidup di kota, sama saja kalau tidak dibubuhi semangat hidup di kota justru tidak merasakan kehidupan kotanya bayangkan semangat redup, apa yang bisa dikerjakan di kota sementara gaya kehidupan kota penuh daya saing yang tinggi, daya juang yang tinggi kalau ini tinggal secara otomatis seseorang akan terpinggir tidak masuk dalam parkiran.
Suksesnya hidup tidak melihat dimana kita tinggal di desa atau di kota ciri-ciri kesuksesan ditandai dengan semangatnya kehidupan yang dijalani seseorang, penulis teringat ada pesan singkat di sebuah buku, waktu itu penulis mengikuti sebuah pelatihan public speaking for dakwah diakhir acara ternyata ada buku yang sudah disediakan oleh panitia, buku tersebut adalah hasil karya dari pemateri dengan cepat bergegas saya beli bukunya walaupun jumlah yang sangat terbatas waktu itu, pada saat meminta tanda tangan ke penulisnya ada tulisan seperti berikut ini, โ€œsemangat sampai matiโ€. Waktu tanda tangan saya tidak begitu jelas memperhatikan ini anggap itu hanya sebuah tanda tangan saja. (Maliki, 2025)
Ternyata sampai dirumah saya cek ulang ternyata ada pesan pentingnya dan makna yang sangat mendalam yaitu sebuah motivasi semangat tidak boleh luntur, dengan kata lain tidak ada kata malas kata anak zaman now mager (malas gerak) tidak boleh lagi ada rasa malas dibenak kita harus segera mengkonversinya dengan semangat yang tidak ada putusnya.
Referensi :
Maliki, M. (2025). Public Speaking. Public Speakiing For Dakwah.
Vickers, A. (2011). Sejarah Indonesia Modern Alih bahasa oleh Arif Maftuhin. Insan Madani.
Trending Now