Konten dari Pengguna
Urgensi Madrasah Ula (Sekolah Dasar ) Agama
28 September 2025 16:07 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Urgensi Madrasah Ula (Sekolah Dasar ) Agama
Ilmu agama ini sesuai dengan konsep integral dari Islam itu sendiri terbangun dari tiga dimensi akidah, syariah, akhlak,Mara Ongku Hsb
Tulisan dari Mara Ongku Hsb tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendidikan anak madrasah merupakan pendidikan yang harus diusahakan sejak masa kecil karena masa kecil sangat membentuk karakter anak sampai ia dewasa nanti
Bahkan tidak jarang ketika ditanyai pada saat mereka remaja kapan pandai belajar shalat belajar mengaji jawaban mereka adalah ketika di madrasah dulu
Pentingnya pendidikan anak di usia kecilnya dengan agama adalah untuk membekali dirinya di masa yang akan datang betapa banyak hari ini para remaja yang tidak bisa membendung dirinya sehingga lupa lalu masuk kedalam lobang kesesatan.
Madrasah adalah yang berarti sekolah di Indonesia identik dengan pendidikan keislaman, mulai dari madrasah ula, wustha, dan Ulya sampai โaly.
Teringat ke kampung penulis biasanya anak-anak yang baru tamat SD sudah menjadi sebuah kewajiban mengantarkan anaknya ke sekolah pesantren terdekat bahkan yang jauh sekalipun, tujuannya adalah untuk membekali anak tersebut dengan ilmu agama minimal mereka tahun yang fardhu โain atau yang wajib bagi diri mereka.
Ilmu agama ini sesuai dengan konsep integral dari Islam itu sendiri terbangun dari tiga dimensi akidah, syariah, akhlak, maka yang mendasar adalah akidah tentang keyakinan dulu kepada Allah SWT, hal ini akan dipelajari di pondok pesantren atau sekolah-sekolah agama Islam lainnya. Bukankah Nabi Saw ketika di Makkah fokus kepada akidah supaya mereka beriman dulu baru setelah Nabi di Madinah mengajak dan mengajarkan shalat puasa dan ibadah lainnya.
Dengan mempelajari dan mendalami ilmu agama seorang anak tidak akan mudah goyah pendirian agamanya sekalipun di ombang ambing oleh badai besar bak seperti karang di laut tetap tegak walau dihantam ombak
Karena sudah dibekali pondasi aqidah yang kuat, apalagi belakangan ini betapa banyak paham-paham keagamaan yang terkadang dianggap paling benar padahal salah (euforia) bahkan menyesatkan
Setelah akidah terbentuk dengan baik melaju ke syariah tentang hukum-hukum Allah dan Rasulullah Saw yang harus di ikuti, pelajaran-pelajaran ini di madrasah atau pondok pesantren akan didapatkan secara fulltime, tidak menapikan sekolah umum juga di sekolah umum juga sekarang ini sudah mulai digalakkan pembelajaran agama seperti pesantren kilat, imtaq, dan bimbingan agama lainnya
Namun kita mengenal istilah kulli dan juzโi yaitu yang umum dan khusus, madrasah adalah sebuah studi khusus mempelajari agama secara kompleks, hal ini juga sekali lagi tidak mengatakan sekolah umum hanya belajar yang kulli atau yang umum saja, banyak juga sekolah di umum namun ia fokus mencari ilmu agama pada malam harinya.
Istilah kulli dan juzโi tidak bisa kita hindari dan merupakan sudah sunnatullah kalau kita perhatikan firman Allah dalam Al-Qur'an surah al-Taubah ayat 122 itu tidak mesti semua pergi berperang dan mendalami agama hingga meninggalkan urusan duniawi.
Pembagian tugas sangat relevan dari ayat tersebut dalam kehidupan ini, kalau semua jadi penceramah lantas siapa yang menjadi mustamir (pendengar) tetapi harus saling melengkapi ada yang pergi mencari ilmu arsitektur namun mesti diperhatikan walau seorang arsitek bukan berarti ia melupakan dan meninggalkan agamanya lantas dengan ilmu arsitektur itu membuat ia takjub kepada Allah akan keajaiban dan kemahakuasaan Allah.
Orang yang agamawan jangan pula teledor atau anti terhadap ilmu yang umum bukankah era klasik tokoh-tokoh muslim seperti Al Farabi, Ibn Sina, Imam Syafi'i ahli bukan hanya ilmu-ilmu agama tapi multi disiplin ilmu
Untuk menjadi pemikir tokoh-tokoh muslim seperti disebutkan diatas, tentu dimulai dari hal kecil yang mendasar itulah yang disebut dari ilmu dasar madrasah (madrasah ula) untuk menjadi muslim leadership yang profetik.

