Konten dari Pengguna

5 Tanda Kamu Terjebak "Situationship", Bukan Sekadar "Jalani Aja Dulu"

Deni Rusviana
Penulis di beberapa platform online tentang artikel analisis, novel, dan cerpen. Lulusan Strata 1 (S1) STMIK Tasikmalaya di bidang Teknologi Informasi (TI) yang pernah menjadi Guru Honorer di beberapa SMK di Kota Banjar, Jawa Barat.
1 Oktober 2025 15:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
5 Tanda Kamu Terjebak "Situationship", Bukan Sekadar "Jalani Aja Dulu"
Merasa terjebak dalam hubungan tanpa status? Kenali 5 tanda bahwa kamu berada dalam sebuah situationship, bukan sekadar 'jalani aja dulu', agar hatimu lebih aman dan tidak digantung.
Deni Rusviana
Tulisan dari Deni Rusviana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Jarak dalam hubungan. Photo by Vitaly Gariev on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Jarak dalam hubungan. Photo by Vitaly Gariev on Unsplash
Kamu sedang punya hubungan dekat dengan seseorang. Komunikasi intens, pertemuan terasa menyenangkan, dan ada percikan emosi yang jelas. Namun ketika ditanya "kita ini apa?", jawabannya selalu mengambang: "jalani aja dulu".
Fenomena hubungan tanpa status atau yang kini populer disebut situationship ini telah menjadi jebakan emosional bagi banyak anak muda. Ini adalah area abu-abu yang membingungkan, di mana kamu mendapatkan keintiman layaknya orang pacaran, namun tanpa komitmen dan kejelasan apa pun. Agar tidak terjebak lebih dalam, penting untuk mengenali tanda-tandanya.

1. Komunikasi dan Pertemuan yang Tidak Konsisten

Tidak Konsisten. Photo by Towfiqu barbhuiya Pexels.
Salah satu tanda paling jelas dari sebuah situationship adalah pola interaksi yang naik-turun secara drastis. Mungkin ada satu minggu di mana kalian berkomunikasi setiap hari dan bertemu beberapa kali. Namun, di minggu berikutnya, ia bisa tiba-tiba menghilang atau menjadi sangat dingin tanpa alasan yang jelas. Pola "panas-dingin" ini menunjukkan bahwa hubungan tersebut bukan prioritas. Kamu hanya dicari saat ia merasa butuh atau senggang, bukan karena ada keinginan tulus untuk membangun koneksi yang stabil.

2. Selalu Menghindar Saat Membahas Masa Depan Hubungan

Pasangan. Photo by Barick Majid on Unsplash
Coba ingat-ingat kembali, bagaimana reaksinya setiap kali kamu mencoba membahas arah hubungan kalian? Seseorang yang serius akan terbuka untuk diskusi, sementara yang hanya ingin situationship akan lihai menghindar. Mereka mungkin akan mengalihkan pembicaraan, bercanda, atau bahkan mengatakan kamu terlalu "baper" dan terlalu banyak berpikir. Penolakan untuk membahas masa depan adalah bendera merah terbesar, karena itu artinya ia secara sadar ingin menjaga hubungan ini tetap di level sekarang, tanpa ada niat untuk melangkah lebih jauh.

3. Kamu Tidak Pernah Diperkenalkan ke Lingkaran Terdekatnya

Terpinggirkan. Photo by cottonbro studio Pexels.
Sudah berapa lama kalian dekat? Jika dalam hitungan bulan kamu belum pernah sekalipun diajak bertemu teman-teman dekat atau keluarganya, ini adalah pertanda kuat. Dalam situationship, seseorang cenderung menyembunyikanmu dari "dunia nyata" mereka. Tujuannya jelas: untuk menjaga hubungan tetap casual dan tanpa ikatan. Dengan tidak mengintegrasikanmu ke dalam hidupnya, ia membuat "pintu keluar" tetap terbuka lebar dan mudah diakses kapan saja tanpa perlu memberikan penjelasan kepada banyak orang.

4. Hubungan Lebih Banyak Berbasis Kenyamanan dan Fisik

Coba evaluasi kembali kualitas pertemuan kalian. Apakah sebagian besar pertemuan terjadi di waktu-waktu yang "nyaman" baginya, seperti larut malam atau saat ia butuh teman di menit-menit terakhir? Apakah interaksi lebih banyak didominasi oleh keintiman fisik daripada percakapan mendalam atau kegiatan bersama layaknya pasangan? Jika hubungan terasa lebih seperti pelarian sesaat daripada sebuah kemitraan, kemungkinan besar kamu hanya berada dalam sebuah situationship yang didasari oleh kenyamanan sepihak.

5. Penegasan Verbal Bahwa 'Tidak Suka Label'

Ini adalah tanda yang paling eksplisit. Jika ia sudah pernah berkata, "Aku nggak suka pakai label" atau "Kita nggak perlu status, kan?", percayalah pada kata-katanya. Ini bukan sebuah ajakan untuk menjalin hubungan modern yang bebas, melainkan sebuah pernyataan untuk membebaskan dirinya dari segala bentuk tanggung jawab dan ekspektasi. Kalimat ini adalah cara halusnya untuk mengatakan, "Aku ingin semua keuntungan dari sebuah hubungan, tapi aku tidak mau komitmennya."
Trending Now