Konten Media Partner

Bawaslu Kalbar Soroti Peran Demokrasi Lewat Kisah 30 Perempuan Pengawas Pemilu

20 Agustus 2025 10:35 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Bawaslu Kalbar Soroti Peran Demokrasi Lewat Kisah 30 Perempuan Pengawas Pemilu
Bawaslu Kalbar menggelar Bedah Buku 'Srikandi Mengawasi Pemilu: Kisah Perempuan Pengawas Pemilu dalam Mengawasi Pemilu 2024'. #publisherstory #hipontianak
HiPontianak
Kegiatan Bedah Buku 'Srikandi Mengawasi Pemilu: Kisah Perempuan Pengawas Pemilu dalam Mengawasi Pemilu 2024' yang digelar Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat di Hotel Harris Pontianak pada Selasa, 19 Agustus 2025. Foto: Alycia Tracy Nabila/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan Bedah Buku 'Srikandi Mengawasi Pemilu: Kisah Perempuan Pengawas Pemilu dalam Mengawasi Pemilu 2024' yang digelar Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat di Hotel Harris Pontianak pada Selasa, 19 Agustus 2025. Foto: Alycia Tracy Nabila/Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Bedah Buku 'Srikandi Mengawasi Pemilu: Kisah Perempuan Pengawas Pemilu dalam Mengawasi Pemilu 2024'. Kegiatan ini sukses dilaksanakan di Hotel Harris, Pontianak pada Selasa, 19 Agustus 2025.
Buku tersebut ditulis oleh 30 perempuan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia yang berisikan kumpulan pengetahuan mereka sebagai pengawas pemilu perempuan sekaligus menghadapi beragam tantangan dalam mengawasi proses demokrasi selama keberlangsungan pemilu. Diskusi bedah buku yang diusung oleh Bawaslu Republik Indonesia ini diselenggarakan di delapan titik provinsi, salah satunya di Kalbar.
"Perempuan dalam hal ini penggerak pengawas dan pelopor demokrasi. Buku ini berkisah dari 30 perempuan pengawas pemilu yang mencerminkan keberanian, kecerdasan, dan demokrasi dalam pemilu. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiseminasikan pengalaman-pengalaman yang terkandung dalam buku, mengapresiasi peran srikandi bagi seluruh pengawas pemilu perempuan dari seluruh Indonesia," jelas Nofiar Dwi Masandy Putra, Ketua Panitia Bedah Buku Srikandi Mengawasi Pemilu.
Apriyanti Marwah, Tenaga Ahli Bawaslu Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, menjelaskan buku ini telah dikemas secara menarik sehingga pembaca tidak merasa bosan dan terlalu normatif saat membaca karya dengan total 244 halaman tersebut.
Apriyanti Marwah, Tenaga Ahli Bawaslu Kalbar Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat. Foto: Alycia Tracy Nabila/Hi!Pontianak
"Ini juga bagian daripada metode laporan pertanggungjawaban secara populer, secara kreatif untuk memperkuat posisi perempuan, khususnya di pengawas pemilu," kata Apriyanti.
Lebih lanjut, Apriyanti menambahkan bahwa peluncuran dan bedah karya buku ini sekaligus menjadi salah satu bagian dari edukasi politik kepada publik, terlebih penulisan buku mulai dilakukan sejak masa tahapan pengawasan logistik hingga Pilkada yang diselimuti berbagai latar sosio-kultural masyarakat di mana sang pengawas bertugas kala itu.
Salah satu dari 30 penulis yang berkecimpung dari Kalbar, yaitu Agnesia Erni selaku Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat, mengangkat subjudul 'Berani Melangkah dari Tumbang Titi ke Provinsi'. Ia menceritakan perjalanan langkah awalnya yang bermula dari menjadi anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) di Tumbang Titi, Kabupaten ketapang hingga berkesempatan menjadi bagian dari Bawaslu provinsi.
Agnesia Erni, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat sekaligus salah satu penulis buku. Foto: Alycia Tracy Nabila/Hi!Pontianak
"Saya ingin mengajak bahwa walaupun kita dari daerah terpencil sekalipun, tapi kita tidak boleh tidak mempunyai rasa semangat atau panggilan menjadi bagian dari penyelenggara Pemilu karena kesempatan itu tidak hanya untuk orang-orang yang berada di kota, melainkan saya sebagai contoh yang berasal dari daerah bisa ikut berkompetisi di provinsi," tutur Agnesia.
Yosef Harry Suyadi, Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, turut menyampaikan harapannya sebagai tuan rumah dalam kegiatan ini.
"Saya harap kegiatan ini bisa memberikan pandangan yang lebih luas bagi kaum perempuan. Mari bersama-sama dengan pengalaman ini, kita bisa mendapatkan sebuah pengalaman dan cerita baru yang mungkin tidak hanya terjadi di Kalbar, tapi terjadi di tempat lain. Harapannya juga kegiatan ini memberikan manfaat yang lebih," pungkas Yosef.
Trending Now