Konten Media Partner

BKKBN Kalbar Prioritaskan KB bagi Ibu Berisiko Tinggi Kehamilan

18 Desember 2025 8:01 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
BKKBN Kalbar Prioritaskan KB bagi Ibu Berisiko Tinggi Kehamilan
Kemendukbangga/BKKBN Kalimantan Barat prioritaskan alat kontrasepsi KB bagi para ibu yang berisiko mengalami kehamilan dan persalinan yang dapat menimbulkan kematian. #publisherstory #hipontianak
HiPontianak
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Kalimantan Barat, Nuryamin. Foto: Alycia Tracy Nabila/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Kalimantan Barat, Nuryamin. Foto: Alycia Tracy Nabila/Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Kalimantan Barat, Nuryamin, menekankan bahwa penggunaan alat kontrasepsi Keluarga Berencana (KB) diprioritaskan bagi para ibu yang berisiko mengalami kehamilan dan persalinan yang dapat menimbulkan kematian.
"Untuk alat kontrasepsi itu sendiri kita fokuskan atau kita prioritaskan kepada ibu-ibu yang punya risiko terhadap kehamilan dan persalinan yang bisa menimbulkan kematian. Itu wajib menggunakan alat kontrasepsi," kata Nuryamin.
Ia menegaskan, para ibu yang mengalami kelainan atau infeksi pada organ reproduksi, contohnya seperti sakit hepatitis, diabetes melitus, dan riwayat hipertensi, diwajibkan untuk menggunakan alat kontrasepsi KB guna menekan angka kematian ibu dan bayi.
"Karena kalau ibu itu ada riwayat penyakit yang saya maksud tadi, lantas terjadi proses kehamilan dan pada akhirnya terjadi proses persalinan, itu sangat rentan terhadap kematian ibu dan bayi. Kenapa? Karena wadahnya gak siap untuk hamil dan untuk bersalin," jelasnya.
Nuryamin pun menyampaikan, jumlah alat kontrasepsi KB yang tersedia lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena saat ini anggaran pemerintah terbatas sehingga pihak Kemendukbangga/BKKBN juga turut membatasi pembelanjaannya.
Lebih lanjut, Nuryamin menambahkan, program vasektomi dan tubektomi akan terus digalakkan ke depannya. Keduanya merupakan metode kontrasepsi bagi pasangan yang sudah yakin tidak ingin memiliki anak lagi.
"Untuk program vasektomi itu tetap akan kita lanjutkan terus di tahun 2026, termasuk juga tubektomi," pungkasnya.
Trending Now