Konten Media Partner
Gubernur Kalbar Tegaskan Komitmen Dukung Pesantren dan Peran Strategis Santri
22 Oktober 2025 15:58 WIB
·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Gubernur Kalbar Tegaskan Komitmen Dukung Pesantren dan Peran Strategis Santri
“Pemerintah Provinsi Kalbar berkomitmen mendukung pendidikan keagamaan agar lahir masyarakat yang agamis, cerdas, dan berakhlak,” ujar Gubernur Kalbar, Ria Norsan. #publisherstory #hipontianakHiPontianak

Hi!Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyampaikan komitmennya untuk mendukung peran pesantren dan memberdayakan santri dalam pembangunan daerah. Dalam peringatan Hari Santri Nasional, Rabu 22 Oktober 2025, ia menyebut pesantren berperan penting dalam membentuk generasi berakhlak dan berdaya saing, sekaligus mencetak kader pembangunan yang siap mengabdi kepada masyarakat.
“Pesantren adalah pilar penting pembentukan karakter bangsa. Pemerintah Provinsi Kalbar berkomitmen mendukung pendidikan keagamaan agar lahir masyarakat yang agamis, cerdas, dan berakhlak,” ujarnya.
Norsan menegaskan, pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan pesantren dan tokoh agama untuk memperkuat nilai keislaman dan mendorong peran santri di bidang ekonomi dan sosial.
“Kita mulai dari pondok pesantren. Kegiatan dan program keagamaan akan terus dinaungi oleh bidang kesejahteraan rakyat (Kesra). Tujuannya agar pemerintah dan pesantren di Kalbar berjalan beriringan,” tambahnya.
Ria Norsan menyampaikan, Pemprov Kalbar mendukung pesantren melalui bantuan sosial sesuai regulasi. Ia menekankan pentingnya fasilitas yang layak agar santri dapat belajar dengan nyaman dan inspiratif.
“Kami akan dorong agar bantuan untuk pondok pesantren bisa disalurkan sesuai peraturan yang ada. Ini bagian dari tanggung jawab kita untuk memastikan santri di Kalbar tumbuh menjadi generasi unggul dan berdaya saing,” tegasnya.
Dalam momentum Hari Santri Nasional ini, Norsan mengajak seluruh santri dan masyarakat Kalbar untuk menjadikan semangat santri sebagai inspirasi membangun daerah.
“Santri bukan hanya simbol religiusitas, tapi juga motor penggerak pembangunan,” pungkasnya.
