Konten Media Partner
Jadi Cagar Budaya, Edi Kamtono Akan Renovasi Tugu Jam
13 Oktober 2025 19:22 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Jadi Cagar Budaya, Edi Kamtono Akan Renovasi Tugu Jam
Pemkot Pontianak akan merenovasi Tugu Jam yang merupakan peninggalan sejarah Belanda tahun 1937. Renovasi ini dilakukan agar berfungsi dan menjadi ikon cagar budaya. #publisherstory #hipontianakHiPontianak

Hi!Pontianak - Pemerintah Kota Pontianak akan merenovasi kawasan Tugu Jam Tiga Sisi yang merupakan peninggalan sejarah Belanda pada masa pemerintahan Sultan Hamid II. Setelah sekian lama tidak berfungsi, tugu jam bersejarah ini akan dipercantik dan dijadikan salah satu cagar budaya Kota Pontianak.
Tugu Jam Tiga Sisi yang dibangun pada tahun 1937 dan terletak di persimpangan Jalan Jenderal Sudirman serta Jalan Rahadi Usman sempat tertutup oleh pepohonan di sekitarnya, sehingga kurang terlihat oleh masyarakat.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan setelah dilakukan pemangkasan pohon di sekitar area tugu, pihaknya akan menata kembali kawasan tersebut agar lebih indah dan menarik, baik di siang maupun malam hari.
βKalau siang akan terlihat bagus dengan tanaman bunga, dan malam hari akan indah dengan pencahayaan lampu di sekitar tugu. Karena ini peninggalan sejarah, jamnya juga akan kami hidupkan kembali,β ujar Edi saat ditemui di Kantor Wali Kota Pontianak.
Edi menjelaskan, rencana renovasi tugu jam sebenarnya sudah direncanakan sejak lama, namun sempat tertunda karena dirinya cuti pada tahun lalu. Selain Tugu Jam Tiga Sisi, Pemkot juga tengah menata sejumlah bangunan ikonik lainnya, seperti kantor pos lama yang kini dikelola pihak ketiga.
βKami minta agar kantor pos dikembalikan seperti bentuk aslinya karena itu juga bangunan bersejarah,β tambahnya.
Menurut Edi, penataan Tugu Jam Tiga Sisi tidak memerlukan proyek besar karena struktur bangunannya masih dalam kondisi baik. Renovasi akan difokuskan pada pengecatan ulang serta penataan taman dan pencahayaan di sekitar area tugu.
βBangunannya masih bagus, hanya tertutup tanaman dan pohon. Jadi cukup dengan pengecatan dan penataan ulang agar tugu kembali terlihat,β pungkasnya.
Penulis: Ade Mirza
