Konten Media Partner

KKP Ungkap Pelaku Penyelundupan Telur Penyu di Kalbar Oknum TNI

18 Juli 2025 12:33 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
KKP Ungkap Pelaku Penyelundupan Telur Penyu di Kalbar Oknum TNI
KPP ungkap dua oknum TNI sebagai pelaku penyelundupan ribuan telur penyu. #publisherstory #hipontianak
HiPontianak
Konpers penangkapan pelaku penyelundupan telur penyu di Kantor PSDKP Pontianak. Foto: Rabiansyah/Hi!Pontianak.
zoom-in-whitePerbesar
Konpers penangkapan pelaku penyelundupan telur penyu di Kantor PSDKP Pontianak. Foto: Rabiansyah/Hi!Pontianak.
HiPontianak - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam mengamankan dua orang terduga pelaku penyelundupan sebanyak 5.400 butir telur penyu di Kalimantan Barat (Kalbar) pada Sabtu, 12 Juli 2025. Dua pelaku berinisial SD (pria oknum TNI) dan MU (perempuan) berhasil diamankan.
โ€œKita ketahui bersama bahwa telur penyu ini sebetulnya tidak layak untuk dikonsumsi karena penyu merupakan binatang yang dilindungi bahkan penyu juga dilindungi se Internasional,โ€ jelas Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Pung Nugroho Saksono (Ipunk) saat Konpers di Aula Arwana, Stasiun PSDKP Pontianak, Jumโ€™at 18 Juli 2025.
Setelah dibeli kemudian mereka datangkan berdua bersamaan terus dengan kapalnya juga.
โ€œUntuk proses selanjutnya dari Oknum TNI akan di proses melalui hukum yang ada di TNI, untuk yang sipil akan kami proses sesuai dengan undang-undang,โ€ tambahnya.
Di tempat yang sama, Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak, Bayu Yuniarto Suharto bilang, modus kedua pelaku yakni mengirimkan telur dari sebuah kapal untuk dibawa ke Malaysia dengan menggunakan jalur tikus.
โ€œModus kedua pelaku tersebut pertama membawa telur penyu dari Tambelan menggunakan kapal tersebut, kemudian setelah sampai di Sintete akan dikirim ataupun dijual ke satu pelaku juga yang sudah ditangkap di Malaysia. nantinya telur-telur ini dibawa ke Serikin melalui Jagoi Babang dengan menggunakan jalur tikus kemudian dibawa empat pelaku yang ditangkap di Malaysia,โ€ jelasnya.
Ia menyebutkan jika kedua pelaku tidak memiliki hubungan khusus melainkan hanya rekan kerja biasa.
โ€œHarga perbutir dari informasi pelaku di Pemangkat dijual dengan harga Rp 2.400 hingga Rp 2.700, kemudian kalau di Malaysia kurang lebih Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu, kalau di Tambelan kurang lebih Rp 700 rupiah,โ€ ujarnya.
Sementara itu, Danpomdam XII/Tanjungpura, Kolonel Cpm Darmawan Agus Irianto, jika saat ini untuk pelaku oknum TNI yang terlibat masih dalam proses penyidikan belum ada proses untuk pemecatan.
โ€œKalau untuk proses pemecatan itu belum. Karena ini masih dalam proses penyidikan kalau sudah terpenuhi unsur pidana nya kita tingkatkan ke proses penyidikan untuk keputusannya nanti masih berjalan,โ€ pungkasnya.
Trending Now