Konten Media Partner

Lasarus Minta Pemerintah Perhatikan Akses dan Listrik di Danau Sentarum

10 Oktober 2025 10:03 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Lasarus Minta Pemerintah Perhatikan Akses dan Listrik di Danau Sentarum
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyoroti keterbatasan akses jalan dan minimnya fasilitas penunjang di Danau Sentarum yang menjadi sentra produksi ikan air tawar. #publisherstory #hipontianak
HiPontianak
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus bersama Kementerian PU serta Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan meninjau normalisasi danau di Kapuas Hulu. Foto: Yus/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus bersama Kementerian PU serta Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan meninjau normalisasi danau di Kapuas Hulu. Foto: Yus/Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyoroti keterbatasan akses jalan dan minimnya fasilitas penunjang di kawasan danau yang menjadi sentra produksi ikan air tawar di Kabupaten Kapuas Hulu. Hal itu ia sampaikan saat acara ramah tamah di Pendopo Bupati Kapuas Hulu, Kamis malam, 9 Oktober 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Lasarus menegaskan bahwa Kabupaten Kapuas Hulu merupakan daerah penghasil ikan sungai terbesar di Kalimantan Barat. Menurutnya, sekitar 80 persen produksi ikan air tawar di Kalbar berasal dari wilayah ini, terutama dari kawasan Danau Sentarum yang juga merupakan bagian dari taman nasional.
β€œDaerah ini penghasil ikan sungai terbesar di Kalimantan Barat. Sekitar 80 persen ikan sungai berasal dari Kapuas Hulu. Tapi akses ke danau-danau itu masih terbatas, dan yang lebih berat lagi, listrik belum ada,” ujar Lasarus.
Kondisi tersebut, lanjutnya, berdampak besar terhadap kesejahteraan nelayan lokal. Ketika musim panen ikan tiba, masyarakat kesulitan menjaga kualitas hasil tangkapan karena tidak adanya fasilitas penyimpanan dingin (storage) akibat ketiadaan pasokan listrik di wilayah sekitar danau.
β€œWaktu panen ikan berlimpah, mereka tidak bisa cepat mengamankan hasil tangkapan supaya tetap segar. Karena listrik tidak ada, mereka tidak bisa bangun storage. Ini pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah,” tegasnya.
Lasarus menjelaskan, jika infrastruktur pendukung seperti jalan akses dan fasilitas listrik dapat segera dibangun, masyarakat di sekitar danau akan jauh lebih sejahtera. Ia mencontohkan, hasil tangkapan ikan yang berlimpah saat air surut sering kali terbuang percuma karena tidak sempat diolah.
β€œKalau ikan ini busuk, seharusnya bisa dijemur lalu digiling jadi tepung bahan pakan β€” itu nilainya mahal sekali. Hal-hal seperti ini perlu diperhatikan oleh pemerintah,” tambahnya.
Ketua Komisi V DPR RI itu mendesak pemerintah terhadap pembangunan jalan daerah menuju kawasan danau penghasil ikan air tawar di Kapuas Hulu.
β€œSalah satu fokus ke depan adalah membuka akses ke danau-danau yang menjadi penghasil ikan air tawar, karena manfaatnya besar bagi ekonomi masyarakat,” tutup Lasarus.
Trending Now