Konten Media Partner
Marak Kejahatan Digital, Pemkot Pontianak Dorong Kewaspadaan Lewat Literasi
13 November 2025 21:52 WIB
·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Marak Kejahatan Digital, Pemkot Pontianak Dorong Kewaspadaan Lewat Literasi
Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) tekankan pentingnya literasi dan kewaspadaan untuk menghindari kejahatan digital. #publisherstory #hipontianakHiPontianak

Hi!Pontianak - Ancaman kejahatan digital, seperti phishing dan scamming kini semakin marak terjadi di tengah kemajuan teknologi yang memudahkan berbagai aktivitas masyarakat. Menyikapi fenomena ini, Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menegaskan pentingnya literasi dan kewaspadaan digital bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pejabat Fungsional Pranata Humas Ahli Muda Diskominfo Kota Pontianak, M. Suryadin, menilai tema diskusi publik bertajuk 'Kejahatan Digital: Waspada Jadi Korban Phishing dan Scamming' yang diinisiasi oleh Aliansi Wartawan Kriminal (Awak) Pontianak sangat relevan dengan kondisi yang dialami masyarakat saat ini.
“Kemajuan teknologi memang membawa banyak kemudahan. Namun, di balik itu juga muncul tantangan dan ancaman baru yang harus kita hadapi bersama,” kata Suryadin dalam sambutannya pada kegiatan Diskusi Publik Kejahatan Digital di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Kamis, 13 November 2025.
Ia menekankan bahwa kehidupan masyarakat saat ini tak bisa dipisahkan dari dunia digital, mulai dari berbelanja, berkomunikasi, hingga bertransaksi keuangan, semuanya dapat dilakukan hanya melalui genggaman tangan. Namun, di balik kemudahan itu, masyarakat sering kali lengah terhadap ancaman kejahatan siber.
“Banyak yang menjadi korban penipuan digital, kehilangan uang, bahkan data pribadi karena kurangnya kewaspadaan. Pelaku biasanya memanfaatkan kelengahan korban lewat pesan, tautan, atau situs palsu yang seolah berasal dari lembaga resmi,” jelasnya.
Menurut Suryadin, kegiatan diskusi publik seperti ini berperan penting untuk meningkatkan literasi dan kesadaran digital masyarakat. Dirinya juga menegaskan, Pemerintah Kota Pontianak mendukung penuh upaya edukatif semacam ini sebagai bagian dari misi untuk menjadikan Pontianak sebagai kota yang aman, cerdas, dan berdaya saing digital.
“Kita perlu menanamkan pada masyarakat, terutama generasi muda agar berinternet secara bijak, tidak mudah tergoda tawaran mencurigakan, dan selalu melindungi data pribadi dengan tanggung jawab. Ingat, di era digital, yang dicuri bukan hanya uang, tetapi juga identitas dan kepercayaan diri,” ujarnya.
Suryadin juga mengajak seluruh pihak—pemerintah, akademisi, aparat penegak hukum, dan masyarakat—untuk bersinergi dalam mencegah serta menanggulangi kejahatan digital.
“Mari jadikan diskusi publik ini sebagai momentum untuk memperkuat kerja sama lintas sektor. Dengan pengetahuan dan kewaspadaan, kita bisa menciptakan ruang digital yang aman bagi seluruh warga Pontianak,” pungkasnya.
Penulis: Ade Mirza
