Konten Media Partner

Melihat 'Pakatan', Tradisi Warga Sambas Saat Acara Pernikahan

19 Desember 2025 10:20 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Melihat 'Pakatan', Tradisi Warga Sambas Saat Acara Pernikahan
Sebagian besar gelaran pernikahan di Kabupaten Sambas, Kalbar, dilaksanakan selama dua hari dengan tradisinya yang masih begitu kental, yaitu 'Pakatan'. #publisherstory #hipontianak
HiPontianak
Masyarakat Melayu Sambas membawa ayam sebagai bentuk sumbangan saat pergi hajatan. Foto: Dok. Instagram @pebri.andr
zoom-in-whitePerbesar
Masyarakat Melayu Sambas membawa ayam sebagai bentuk sumbangan saat pergi hajatan. Foto: Dok. Instagram @pebri.andr
Hi!Pontianak - Sebagian besar gelaran pernikahan di Kabupaten Sambas dilaksanakan selama dua hari dengan tradisinya yang masih begitu kental. Kebanyakan warga Sambas menikah di hari Sabtu dan Minggu.
Satu harinya dinamakan 'Pakatan', yaitu acara makan sore, di mana lauknya bukan ayam, melainkan ada cencalok, ikan asin, gulai keladi, sambal belacan, hingga pucuk ubi. Pada hari pertama itu, warga setempat datang ke 'Pakatan' dengan masing-masing menyumbang membawa ayam, yang kemudian pada saat itu juga ayamnya langsung dipotong untuk dimasak di keesokan hari.
Tradisi tersebut masih kerap dilakukan lantaran masyarakat setempat saling membantu sesama, terutama setiap kali ada acara pernikahan, baik itu para tetangga maupun keluarga jauh sehingga budaya gotong royongnya begitu kuat. Baik orang dewasa maupun anak-anak kecil, mereka turut membantu mencuci piring (bebasok pinggan), memotong ayam, hingga mencabut bulu-bulu ayamnya.
Selain membantu mencabut bulu ayam, ada juga yang turut membantu memasak nasi dalam porsi besar untuk kebutuhan acara. Lalu, para kaum lelaki ikut membantu menunjang atau membuat tarub, yaitu tenda untuk acara makan-makannya, yang mana hal ini juga menjadi bagian dari salah satu tradisi di hari 'Pakatan'.
Kemudian, di keesokan harinya, terdapat acara belarak, di mana mereka akan makan ayam yang dilakukan pada pagi hari, sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB. Lauk ayam tersebut bisa berasal dari pihak pengantin atau dari sumbangan masyarakat setempat yang datang di hari pertama saat 'Pakatan'. Tak hanya ayam, mereka juga bisa menyumbang beras hingga uang untuk membantu pihak pengantin.
Trending Now