Konten Media Partner
Pameran World Press Photo Hadir Perdana di Pontianak, Soroti Berbagai Isu Global
3 Oktober 2025 0:07 WIB
·
waktu baca 3 menit
Konten Media Partner
Pameran World Press Photo Hadir Perdana di Pontianak, Soroti Berbagai Isu Global
World Press Photo 2025 akhirnya hadir perdana di Pontianak. Pameran ini berlangsung di Port 99 mulai dari 3 Oktober-1 November 2025, terbuka untuk umum dan gratis. #publisherstory #hipontianakHiPontianak

Hi!Pontianak - Pameran Foto Pers Dunia atau World Press Photo Exhibition 2025 akhirnya hadir perdana di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Pameran gratis yang menampilkan foto jurnalistik serta fotografi dokumenter terbaik dunia ini digelar di Port 99 Pontianak mulai dari 3 Oktober sampai 1 November 2025, kemudian dilanjutkan akan dipajang di Erasmus Huis Jakarta pada 25 November hingga 24 Desember 2025.
Diselenggarakan oleh Erasmus Huis–Pusat Kebudayaan Belanda di Jakarta, pameran ini bertujuan untuk mendukung fotografer, memperkenalkan literasi visual kepada masyarakat luas, sekaligus menekankan pentingnya kebebasan pers dan dialog global.
Direktur Erasmus Huis, Nicolaas de Regt, menyatakan kebanggaannya karena dapat membawa pameran ini ke Pontianak untuk pertama kalinya.
“Erasmus Huis dengan bangga sekali lagi mendukung Pameran Foto Pers Dunia, sebuah acara yang telah menginspirasi generasi jurnalis foto di Indonesia. Membawa pameran ini ke Pontianak memungkinkan kami terhubung dengan audiens yang lebih luas serta membuka percakapan baru seputar karya fotografi,” kata Nicolaas.
Pameran tahun ini menampilkan foto-foto pemenang yang mengangkat isu-isu global mendesak, mulai dari dampak perang di Gaza, perjuangan migrasi, hingga krisis iklim. Salah satunya adalah karya fotografer Indonesia, Mas Agung Wilis Yudha Baskoro, yang memenangkan kategori tunggal Asia Tenggara dan Oceania.
Hasil fotografinya berjudul ‘Dampak Penambangan Nikel di Pulau Halmahera’ menggambarkan para pekerja menunggangi kuda menuju pabrik pengolahan nikel di tengah banjir akibat hujan deras yang memengaruhi ribuan warga.
Menurut dewan juri, foto tersebut memiliki dampak visual yang kuat karena mengangkat persoalan lingkungan hidup yang nyata di Indonesia. Tahun ini, juri regional Asia Pasifik dan Oceania juga melibatkan fotografer Indonesia Yoppy Pieter untuk kedua kalinya.
Selain itu, penghargaan Foto Pers Dunia 2025 ‘Foto Tahun Ini’ dianugerahkan kepada jurnalis foto otodidak asal Palestina, Samar Abu Elouf. Karyanya memperlihatkan Mahmoud Ajjour, seorang anak laki-laki berusia 9 tahun yang terluka parah ketika melarikan diri dari serangan Israel di Gaza, hingga menyebabkan dirinya kehilangan kedua lengan tangannya.
Direktur Eksekutif World Press Photo, Joumana El Zein Khoury, menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi momen bersejarah, “Peringatan ke-70 World Press Photo ini bukan hanya waktu untuk refleksi, tetapi juga kesempatan belajar dari masa lalu dan terus berevolusi dengan tujuan serta integritas.”
Kontes Foto Pers Dunia 2025 sendiri diikuti sebanyak 3.778 fotografer dari 141 negara dengan total 59.320 entri, yang kemudian dipilih oleh juri independen. Sejak digelar pertama kali pada tahun 1955, kontes ini berkembang menjadi platform global bagi jurnalisme foto yang menjangkau jutaan audiens melalui pameran, program pendidikan, hingga publikasi.
Pameran ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat Pontianak dan Indonesia untuk memahami isu-isu dunia dengan lebih kritis sekaligus menumbuhkan empati melalui kekuatan visual.
Penulis: Fahrurrosi
