Konten Media Partner
Pengakuan Begal Driver Ojol di Pontianak: Pelaku 4 Kali Order, Cari Motor Bagus
3 Maret 2023 13:23 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Pengakuan Begal Driver Ojol di Pontianak: Pelaku 4 Kali Order, Cari Motor Bagus
Karena korban terus melawan meski terluka parah, pelaku menusuk dagu driver ojol yang ia begal, dan mengenai leher korban hingga tergorok. #publisherstory #hipontianak HiPontianak

Hi!Pontianak - Supriyono (22 tahun) pelaku pembegalan ojek online (ojol) hingga menyebabkan korban meninggal dunia, ternyata sudah merencanakan niatnya untuk mengambil sepeda motor milik driver ojol tersebut, pada Jumat malam, 24 Februari 2023 lalu.
Dia mengaku sudah empat kali memesan ojek online melalui aplikasi. Tiga orderan sebelumnya dibatalkan Supriyono, karena kondisi sepeda motor yang digunakan driver ojol tersebut kurang baik, atau murah untuk dijual.
Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, Indrawan Wira Saputra, menyebutkan, pelaku mengincar sepeda motor driver ojol yang bagus dan mahal agar mudah untuk dijual.
βSetelah orderan keempat ini, didapatlah korban yang pada saat itu menggunakan sepeda motor Honda Vario merah, yang masih baru. Jadi ketiga orderan sebelumnya dibatalkan pelaku,β kata Wira, Jumat, 3 Maret 2023.
Supriyono juga memalsukan identitas untuk memesan ojek online dari aplikasi. Dia membuat akun dengan nama Panji. Kurang lebih dalam 3-4 menit, korban datang untuk menjemput pelaku, dan mengantarkan ke titik tujuan pukul 22.00 WIB.
βPada saat mereka melintasi jalan bertanah kuning, suasana di sana dalam keadaan sepi. Dalam kesempatan tersebut, pelaku mengeluarkan pisau sayat, yang sebelumnya sudah pelaku siapkan dalam tas, dan langsung menusukkan serta menyayat bagian belakang leher korban (tengkuk) sebanyak 1 kali menggunakan tangan kanan. Hal itu menyebabkan korban dan pelaku jatuh dari sepeda motor,β ungkap Wira,
Kemudian korban berusaha melakukan perlawanan berkali-kali kepada pelaku, dengan cara menendang dan memukul, namun tidak mengenai, karena kondisinya sudah terluka parah.
Karena geram korban terus melawan, Supriyono menusuk bagian dagu yang dekat dengan leher. Selanjutnya, dia menusuk leher korban dan menarik pisaunya secara melingkar (menggorok), dan menyebabkan kulit lehernya terpotong.
βSetelah itu, pelaku mengambil dompet yang ada di celana korban, tas selempang, dan motor milik korban. Setelah itu pelaku mengendarai motor untuk meninggalkan tempat tersebut. Tak jauh dari situ, pelaku membuang pisau yang dia gunakan di parit (sungai). Pelaku juga membuang dompet korban yang berisi KTP, SIM C, dan STNK,β tukasnya.
