Konten Media Partner

Penjaga Kebun Alpukat Ditangkap, Diduga Terlibat Kematian 2 Warga Singkawang

19 September 2025 7:48 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Penjaga Kebun Alpukat Ditangkap, Diduga Terlibat Kematian 2 Warga Singkawang
Pasang kawat beraliran listrik diduga penyebab tewasnya 2 warga yang ditemukan di kebun alpukat di Singkawang, penjaga kebun ditangkap. #publisherstory #hipontianak
HiPontianak
Kedua mayat saat dievakuasi dari kebun alpukat di Singkawang. Foto: Dok. Polres Singkawang
zoom-in-whitePerbesar
Kedua mayat saat dievakuasi dari kebun alpukat di Singkawang. Foto: Dok. Polres Singkawang
Hi!Pontianak - Kasus kematian dua warga Singkawang, EA (23) dan H (32), yang ditemukan terkubur di kebun alpukat milik seorang pengusaha di Kelurahan Sijangkung, mengungkapkan fakta mengejutkan. Seorang pria berinisial TT yang bekerja sebagai penjaga kebun, ditangkap dan ditahan oleh pihak kepolisian Polda Kalbar.
Penangkapan TT terjadi pada sehari setelah mayat kedua korban ditemukan. TT diketahui memasang kawat beraliran listrik di sekitar kebun tempat korban ditemukan. Menurut pihak kepolisian, hal ini diduga menjadi penyebab kematian dua korban yang ditemukan dalam keadaan mengenaskan.
β€œDugaan sementara, keduanya meninggal akibat sengatan listrik. TT ditangkap berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang menunjukkan ia bertanggung jawab atas pemasangan kawat listrik tersebut,” jelas AKBP Rhemmi Bhelladona Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kalbar.
Saat ini kasus tersebut sudah ditangani Polda Kalbar untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
β€œTT telah kami tahan, dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif. Kami akan menunggu hasil otopsi dan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk barang bukti berupa kawat dan kabel listrik,” tambahnya.
Meskipun kasus ini masih dalam proses penyidikan, pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh spekulasi yang berkembang di luar sana.
β€œSaya harap masyarakat juga bisa mengikuti proses ini, jadi biar tidak ada isu-isu yang berkembang. Sebab kita sudah proses sesuai fakta dan prosedur,” pungkasnya.
Trending Now