Konten Media Partner
PTPN IV Regional V Fasilitasi Pelatihan Fashion UMKM Mitra Binaan
10 September 2025 14:41 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
PTPN IV Regional V Fasilitasi Pelatihan Fashion UMKM Mitra Binaan
PTPN IV Regional V fasilitasi pelatihan UMKM yang menjadi mitra binaan. #publisherstory #hipontianakHiPontianak

HiPontianak - PTPN IV PalmCo melalui salah satu regionalnya turut memberikan pendampingan mitra binaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kalimantan untuk mengikuti pelatihan intensif pembuatan busana premium berbasis wastra yang digelar di LaSalle College Jakarta, salah satu lembaga pendidikan mode ternama di Indonesia.
Region Head PTPN IV Regional V Sudarma Bhakti Lessan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pengembangan UMKM sekaligus menjaga kelestarian budaya Kalimantan di kancah nasional.
โKami memilih UMKM di bidang wastra karena sektor ini tidak hanya memiliki potensi ekonomi yang besar, tetapi juga memegang peran penting dalam melestarikan warisan budaya bangsa. Kain tradisional Kalimantan adalah identitas dan kebanggaan kita, sehingga kami ingin para pelaku UMKM mampu mengangkatnya menjadi produk yang bernilai tinggi dan berdaya saing global,โ jelasnya.
Ronsa sebagai salah satu peserta pelatihan dari Pontianak Kalimantan Barat yang merupakan pemilik brand Koleksi Betanun menuturkan bahwa pelatihan ini menjadi pengalaman baru yang sangat berharga untuk meningkatkan inovasi dalam mengembangkan usaha wastra.
โDalam pelatihan kita terus mendapatkan ilmu baru dan baru lagi sampai dengan hari ke delapan kami sudah bisa ciptain dua produk yaitu kemeja dan dress, kalau saya pribadi setelah mengikuti pelatihan ini saya akan bikin wastra kemeja kemudian saya bisa menjual dengan harga yang tinggiโ
Ia menambahkan, seluruh rangkaian program ini memberikan kesan tersendiri, mulai dari proses keberangkatan dan pelatihan, hingga ia juga berharap program ini berlanjut ke tahap berikutnya agar para pelaku UMKM dapat terus meningkatkan kemampuan mereka.
Jennifer Agrilah, instruktur dari LaSalle College Jakarta yang sudah mengajar sejak 2013, mengaku kagum dengan semangat para peserta.
โSaya salut dengan antusiasme mereka, walaupun banyak yang belum pernah menjahit atau membuat pola sebelumnya, tetapi mereka mau belajar, rajin, dan sabar. Tantangannya adalah bagaimana mengajarkan teknik dasar dengan cara yang menyenangkan, apalagi menggunakan kain tradisional yang punya arah motif tertentu,โ jelas Jennifer.
Ia menilai program ini sangat positif karena memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai standar industri garmen.
โDengan pelatihan seperti ini, mereka tahu bagaimana proses produksi di industri sebenarnya. Harapan saya, UMKM bisa mengembangkan desain dan produksi dengan baik sehingga wastra Indonesia tetap lestari dan punya daya saing tinggi,โ tambahnya.
