Konten Media Partner

Semarakkan HUT Pontianak di Polandia, Nizar Lari Maraton Pakai Teluk Belanga

29 September 2025 8:55 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Semarakkan HUT Pontianak di Polandia, Nizar Lari Maraton Pakai Teluk Belanga
Pemuda asal Pontianak mengikuti event lari maraton 10 Km di Warsawa, Polandia sambil mengenakan pakaian Teluk Belanga untuk merepresentasikan Indonesia. #publisherstory #hipontianak
HiPontianak
Nizar Hartady, budak Pontianak yang berlari sejauh 10 Km dengan mengenakan baju Teluk Belanga. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Nizar Hartady, budak Pontianak yang berlari sejauh 10 Km dengan mengenakan baju Teluk Belanga. Foto: Dok. Istimewa
Hi!Pontianak - Nizar Hartady, seorang pemuda asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat, tampil unik dengan mengenakan pakaian Teluk Belanga–busana tradisional Melayu untuk laki-laki saat mengikuti event lari maraton sejauh 10 Km di Warsawa, Polandia pada Minggu, 28 September 2025.
Sebanyak 17 ribu runners, termasuk Nizar yang hobi berlari, berpartisipasi dalam event 47th Warszawski (Warsaw) Marathon–event lari maraton tahunan yang diselenggarakan oleh Nationale Nederlanden di Warsawa. Ia berhasil menempuh jarak sejauh 10.51 Km dalam waktu 1 jam 2 menit.
Pria yang berprofesi sebagai chef dan telah menetap di Polandia selama tiga tahun terakhir ini mengaku ingin merayakan hari jadi ke-254 Kota Pontianak dengan mengenakan baju Teluk Belanga sekaligus sebagai representatif dari pakaian tradisional Indonesia saat berlari di tanah rantauannya. Nizar bahkan sampai meminta bantuan kepada temannya yang terbang kembali ke Polandia untuk turut membawakan baju tersebut.
Nizar berfoto di depan bangunan Palace of Culture and Science di Warsawa, Polandia. Foto: Dok. Istimewa
"Karena pada bulan depan, bertepatan dengan hari jadi Kota Pontianak yang ke-254 pada bulan Oktober. Jadi, saya ingin memeriahkan perayaan hari jadi Kota Pontianak di Polandia," kata Nizar kepada Hi!Pontianak.
Meski memakai pakaian adat Melayu yang dilengkapi dengan tanjak beserta sarung songket, Nizar tidak merasa panas atau pun gerah sama sekali ketika berlari karena di Polandia sedang memasuki musim semi.
"Tidak panas sama sekali karena cuaca di Polandia saat ini memasuki musim semi, jadi suhu di sini sekitar 5-6 derajat," ujarnya.
Nizar berfoto bersama Rizal, keduanya mengenakan pakaian tradisional untuk merepresentasikan negara Indonesia saat berlari. Foto: Dok. Istimewa
Tak sendirian dari Indonesia, adapun rekannya, yaitu Rizal dari Kebumen, Jawa Tengah yang juga mengikuti event lari maraton tersebut bersamanya, bahkan Rizal mengenakan pakaian batik. Keduanya sama-sama merepresentasikan negara Indonesia dalam gelaran 47th Warszawski (Warsaw) Marathon.
Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-254 kota kelahirannya di Polandia lewat event lari maraton ini, Nizar berharap agar Kota Pontianak dapat semakin bersinar dan juga semakin bersih untuk ke depannya.
Trending Now