Konten Media Partner
Seniman Pontianak Angkat Isu Deforestasi Hutan Kalimantan di Salihara Art Centre
24 September 2020 12:08 WIB

Konten Media Partner
Seniman Pontianak Angkat Isu Deforestasi Hutan Kalimantan di Salihara Art Centre
Seniman Pontianak, Nursalim Yadi Anugerah, mengangkat isu deforestasi hutan Kalimantan saat tampil di Salihara Art Centre. #publisherstoryHiPontianak

Seniman Pontianak, Nursalim Yadi Anugerah, mengangkat isu deforestasi hutan Kalimantan saat tampil di Salihara Art Centre.
Hi!Pontianak - Penggundulan hutan yang terjadi Kalimantan cukup memilukan. Dampak yang terjadi akibat deforestasi sangat meresahkan masyarakat.
Asap yang ditimbulkan membuat masyarakat mengalami penyakit pernapasan. Terlebih, hutan Kalimantan merupakan paru-paru dunia, yang seharusnya dijaga dan dilestarikan.
Lewat sebuah konser musik, kita bisa merasakan dan mengingat kembali peristiwa deforestasi atau penebangan hutan berskala besar yang terjadi di Kalimantan. Hal tersebut menjadi landasan pemikiran Nursalim Yadi Anugerah, seniman asal Pontianak, dalam pembuatan 'Lawing'.
Nursalim Yadi Anugerah merupakan seorang komponis dan multi-instrumentalis asal Pontianak, Kalimantan Barat. Karya yang diciptakan olehnya digarap atas ketertarikannya terhadap kosmologi, sonologi, dan budaya di Kalimantan.
Yadi mencoba merangkum data deforestasi yang terjadi selama 2006 hingga 2013, di mana angka-angka tersebut menjadi konsep dasar komposisinya. Kalkulasi angka kemudian dipersembahkan dalam komposisi instalasi bunyi tiga alat tiup, tiga laptop, dan kompresor.
'Lawing' merupakan komposisi instalasi instrumen tiup yang biasa digunakan suku Dayak yaitu Kaldii'.
'Lawing' kemudian dimainkan oleh Balaan Tumaan Ensemble, sebuah grup musik kontemporer, asal Kota Pontianak, yang berbasis identitas lokal dan tradisi Kalimantan.
Komposisi musik yang sangat unik dan patut didengarkan. Kamu bisa menikmati konser musik ini melalui kanal YouTube 'Salihara Arts Center'. Konser musik ini hanya bisa dinikmati hingga 7 Oktober 2020.
Penulis: Siti Annisa Aini
