Konten Media Partner
Tak Kunjung Sembuh, Pria di Kubu Raya Tembak Kepala Gunakan Senjata Api Rakitan
13 September 2025 7:51 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Tak Kunjung Sembuh, Pria di Kubu Raya Tembak Kepala Gunakan Senjata Api Rakitan
Pria di Kubu Raya bunuh diri dengan menembak kepala menggunakan senjata api rakitan. #publisherstory #hipontianakHiPontianak

HiPontianak - Pria di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat bunuh diri dengan menembak kepala menggunakan senjata rakitan. GT (48), ditemukan anak dan istrinya dalam keadaan meninggal pada Jumat, 12 September 2025 sekitar pukul 11.00 WIB di gedung sarang burung walet yang berada di Jalan Trans Kalimantan.
Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, IPTU Nunut Rivaldo Simanjuntak, melalui Kasubsi Penmas, Aiptu Ade bilang sebelum kejadian, istri korban sempat mendengar suara letupan keras mirip balon pecah.
βIstri korban kemudian menyuruh anaknya mengecek ke arah gedung sarang burung walet. Di sanalah korban ditemukan sudah tergeletak dengan kondisi kepala berlumuran darah. Anak korban langsung meminta pertolongan warga sekitar dan melapor ke kepolisian. Dari keterangan pihak keluarga, diketahui korban sudah cukup lama mengalami depresi akibat penyakit yang tak kunjung sembuh," ungkap Aiptu Ade.
Polisi menemukan senapan api rakitan dan selongsong peluru di dekat jenazah korban.
"Barang bukti berupa sepucuk senpi rakitan dan selongsong peluru telah diamankan. Lokasi kejadian juga dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Pontianak guna dilakukan pemeriksaan medis lebih mendalam," tambahnya.
Saat ini Polres Kubu Raya masih melakukan penyelidikan intensif terkait penyebab korban mengakhiri hidup, termasuk asal-usul senjata api rakitan serta peluru yang diduga digunakan korban.
-------------------------------------
Anda bisa mencari bantuan jika mengetahui ada sahabat atau kerabat, termasuk diri anda sendiri, yang memiliki kecenderungan bunuh diri.
Informasi terkait depresi dan isu kesehatan mental bisa diperoleh dengan menghubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas dan Rumah Sakit terdekat, atau mengontak sejumlah komunitas untuk mendapat pendampingan seperti LSM Jangan Bunuh Diri via email [email protected] dan saluran telepon (021) 9696 9293, dan Yayasan Pulih di (021) 78842580.
