Konten Media Partner

Tenun Dayak Iban dari Kapuas Hulu Bersinar di Panggung Jakarta Fashion Week 2026

5 November 2025 9:45 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Tenun Dayak Iban dari Kapuas Hulu Bersinar di Panggung Jakarta Fashion Week 2026
12 rancangan busana menggunakan kain tenun Dayak Iban dari Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar, tampil memesona di panggung Jakarta Fashion Week (JFW) 2026. #publisherstory #hipontianak
HiPontianak
Kain tenun Dayak Iban dari Kalimantan Barat tampil di panggung Jakarta Fashion Week (JFW) 2026. Foto: Dok. Instagram @wilsenwillimofficial
zoom-in-whitePerbesar
Kain tenun Dayak Iban dari Kalimantan Barat tampil di panggung Jakarta Fashion Week (JFW) 2026. Foto: Dok. Instagram @wilsenwillimofficial
Hi!Pontianak - Kain tenun Dayak Iban dari Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, sukses mencuri perhatian publik. Pesona keindahan warisan budaya Kalbar ini menembus panggung mode paling bergengsi di Tanah Air, yaitu Jakarta Fashion Week (JFW) 2026, dalam pergelaran bertajuk 'LIM INAL' oleh Cita Tenun Indonesia (CTI) yang bekerja sama dengan Yayasan Kawan Lama.
Pergelaran tersebut turut berkolaborasi dengan empat desainer ternama Indonesia, salah satunya Wilsen Willim. Desainer Wilsen Willim menghadirkan sebanyak 12 rancangan busananya yang memadukan unsur modern dan tradisional.
Melalui koleksi karyanya tersebut, Wilsen mengangkat kisah tentang harmoni antara budaya leluhur dan gaya hidup masa kini. Setiap helai kain tenun yang digunakan merupakan hasil dari kerja tangan perempuan Dayak Iban yang dengan telaten menenun nilai dan identitas ke dalam tiap motifnya.
Busana rancangan Wilsen tidak sekadar menonjolkan sisi estetika, tetapi juga memperlihatkan bagaimana tradisi bisa hidup berdampingan dengan modernitas tanpa kehilangan maknanya. Melalui panggung JFW 2026, kain tenun Dayak Iban tampil bukan hanya sebagai karya seni, tetapi juga simbol ketahanan budaya dan pemberdayaan perempuan daerah.
Perpaduan keindahan kain tenun dengan unsur modern. Foto: Dok. Instagram @wilsenwillimofficial
Kolaborasi ini tidak hanya menonjolkan estetika kain tradisional, tetapi juga menjadi wujud nyata pemberdayaan perempuan pengrajin Dayak Iban di pedalaman Kalimantan Barat. Yayasan Kawan Lama selama ini aktif melalui program Aram Bekelala Tenun Iban, yang melibatkan perempuan dari empat dusun di Kapuas Hulu.
Program ini dijalankan di empat dusun tersebut dengan berfokus pada pelatihan teknik menenun, regenerasi penenun muda, pengembangan motif, dan pewarna alami berbasis sumber daya lokal.
โ€œDi balik keindahan kain tenun, ada kisah ketekunan dan kebanggaan perempuan Dayak Iban yang menjaga nilai luhur sambil beradaptasi dengan perkembangan zaman,โ€ kata Tasya, Ketua Pengurus Yayasan Kawan Lama.
Tampilan menawan koleksi Desainer Wilsen Willim dapat dilihat melalui akun resmi Instagram @wilsenwillimofficial, yang menyuguhkan potret kemegahan kain tenun Dayak Iban dalam balutan busana modern.
Penulis: Fahrurrosi
Trending Now