Konten Media Partner

Tersambar Petir, Pendaki Meninggal dalam Tenda di Puncak Gunung Bawang

3 Agustus 2025 13:27 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Tersambar Petir, Pendaki Meninggal dalam Tenda di Puncak Gunung Bawang
Seorang pendaki meninggal dunia akibat tersambar petir saat berada dalam tenda di Puncank Gunung Bawang. #publisherstory #hipontianak
HiPontianak
Personel Polres Bengkayang menggendong salah satu pendaki saat evakuasi dari Gunung Bawang. Foto: Dok. Polres Bengkayang
zoom-in-whitePerbesar
Personel Polres Bengkayang menggendong salah satu pendaki saat evakuasi dari Gunung Bawang. Foto: Dok. Polres Bengkayang
HiPontianak - Seorang pendaki meninggal dunia usai tersambar petir saat berada di dalam tenda di puncak Gunung Bawang Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat pada Sabtu, 2 Agustus 2025 pagi.
Kejadian ini bermula saat korban yang bersama Alfonso Buncung (22) yang berstatus mahasiswa itu melakukan pendakian bersama enam temannya.
Pada Sabtu sekitar pukul 06.00 WIB, tiba-tiba angin kencang dan hujan deras disertai petir yang menyambar tenda korban bersama tiga orang lainnya yang kemudian alami luka bakar.
Kemudian tiga di antaranya berinisiatif mencari bantuan, namun tersesat. Beruntung satu orang yang masih berada di puncak bersama korban berhasil mengirim pesan ke temannya yang berada di Semalat desa Cipta Karya Kecamatan Sungai Betung untuk mencari bantuan evakuasi.
"Proses evakuasi berjalan selama lebih dari 12 jam. Pada pukul 03.41 WIB, jenazah korban berhasil diturunkan dan langsung dibawa ke RSUD Bengkayang. Korban luka juga segera mendapat perawatan medis. Sementara itu, tiga pendaki yang sempat tersesat karena mencari bantuan berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh warga Dusun Madi, Kecamatan Lumar, pada Minggu pagi, 3 Agustus 2025 dan langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," ungkap Kapolres Bengkayang, AKBP Syahirul Awab pada Minggu, 3 Agustus 2025.
Kapolres juga mengungkapkan terima kasih kepada sekitar 30 warga dusun Sengkabang yang ikut membantu pencarian dan evakuasi para pendaki.
"Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan pendakian untuk senantiasa memperhatikan kondisi cuaca, membawa perlengkapan keselamatan, serta melakukan pelaporan kepada perangkat desa atau kepolisian setempat demi mencegah hal serupa terulang kembali," tambahnya.
Trending Now