Konten Media Partner

Tim Peneliti Untan Dorong Digital Parenting Inklusif bagi Komunitas Tuli Kalbar

3 November 2025 19:06 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Tim Peneliti Untan Dorong Digital Parenting Inklusif bagi Komunitas Tuli Kalbar
Tim Peneliti Universitas Tanjungpura Pontianak wujudkan digital parenting inklusif untuk komunitas teman tuli di Kalimantan Barat. #publisherstory #hipontianak
HiPontianak
Focus Group Discussion (FGD) bertemakan 'Komunikasi Partisipatif Orang Tua Tuli untuk Mewujudkan Digital Parenting yang Inklusif di Kalimantan Barat' di Dapoer Nusantara, Pontianak pada Senin, 3 November 2025. Foto: Dok. Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Focus Group Discussion (FGD) bertemakan 'Komunikasi Partisipatif Orang Tua Tuli untuk Mewujudkan Digital Parenting yang Inklusif di Kalimantan Barat' di Dapoer Nusantara, Pontianak pada Senin, 3 November 2025. Foto: Dok. Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Tim Peneliti Universitas Tanjungpura, penerima hibah riset fundamental reguler Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertemakan 'Komunikasi Partisipatif Orang Tua Tuli untuk Mewujudkan Digital Parenting yang Inklusif di Kalimantan Barat' di Dapoer Nusantara, Jalan Letnan Jenderal Sutoyo, Pontianak pada Senin, 3 November 2025.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai instansi dan komunitas, antara lain Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalbar, Yayasan Parapreneur Indonesia, Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Yayasan Bhakti Arumi Delangga Maktab Tuli As-Sami, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), serta Yeni Mada selaku peneliti dan pemerhati masyarakat rentan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dalam kegiatan tersebut, Suci Lukitowati selaku Ketua Tim Peneliti Universitas Tanjungpura menjelaskan bahwa penelitian ini berfokus untuk mengidentifikasi tingkat literasi digital orang tua tuli dan dengar di Kalimantan Barat, serta mengungkap kebutuhan literasi digital orang tua tuli di Kalimantan Barat yang memiliki anak usia dini.
“Harapannya melalui penelitian ini, ke depan kami dapat membuat model pemberdayaan digital parenting yang tepat bagi masyarakat tuli. Di awal kegiatan penelitian ini dilaksanakan, kami sangat sulit mendapatkan data mengenai jumlah masyarakat tuli di Kalimantan Barat, kemudian kami juga kesulitan mencari titik lokasi atau keberadaan mereka. Oleh karena itu, kami mencoba menghimpun data mulai dari nol, melalui pemetaan spasial partisipatif,” kata Luki.
Lebih lanjut, Luki menjelaskan, “Dengan mengetahui sebaran teman tuli, harapannya ketika ada kegiatan seperti digital parenting atau program pemberdayaan dari dinas dan komunitas lain, data ini bisa dimanfaatkan agar sasarannya lebih tepat.”
Sesi foto bersama setelah pelaksanaan FGD oleh tim peneliti Universitas Tanjungpura. Foto: Dok. Hi!Pontianak
Sementara itu, Budi Utomo, salah satu tim peneliti Universitas Tanjungpura dalam FGD tersebut, memaparkan hasil awal dari pemetaan komunitas tuli di beberapa wilayah Kalbar.
“Sebaran lokasi kami fokuskan di empat wilayah, yaitu Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Kubu Raya,” ujar Budi.
Budi menambahkan, komunitas tuli umumnya berkumpul di titik-titik pusat kota karena terdapat kelompok atau wadah pertemuan di sana.
“Dari empat lokasi tersebut, kami berhasil mendata sekitar 300 titik rumah tinggal orang tuli,” ungkapnya.
Dari pihak pemerintah, Utin Rizanti Ausvia, perwakilan dari Dinas Sosial Provinsi Kalbar, menjelaskan bahwa instansinya telah memiliki sejumlah program yang berkaitan dengan kesejahteraan penyandang disabilitas, khususnya teman tuli.
“Dinsos memiliki rencana Program Rehabilitasi Teman Tuli yang telantar, bantuan makanan dan pakaian, serta Bimtek Pelatihan Isyarat sejak tahun 2021,” tutur Utin.
Ia juga menambahkan, Dinsos Kalbar berencana untuk mengadakan pelatihan isyarat bagi teman tuli pada periode 2026–2027.
“Kegiatan ini sangat penting. Namun, karena adanya pemotongan anggaran dari TAPB, jika tidak bisa terlaksana di 2026, kami berharap bisa direalisasikan di tahun berikutnya,” pungkasnya.
Melalui gelaran FGD ini, Tim Peneliti Universitas Tanjungpura berharap dapat membangun kolaborasi lintas lembaga untuk mendorong digital parenting yang inklusif di Kalimantan Barat. Hasil penelitian dan pemetaan diharapkan bisa menjadi dasar bagi berbagai pihak dalam merancang kebijakan dan program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran bagi komunitas tuli di daerah tersebut.
Penulis: Fahrurrosi
Trending Now