Konten Media Partner

TNI Amankan 199 Liquid Rokok Elektrik Mengandung Obat Penenang di Entikong

15 September 2025 20:01 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
TNI Amankan 199 Liquid Rokok Elektrik Mengandung Obat Penenang di Entikong
TNI amankan 199 liquid rokok elektrik mengandung obat penenang di perbatasan Entikong. #publisherstory #hipontianak
HiPontianak
Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael memperlihatkan liquid rokok elektrik mengandung obat penenang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael memperlihatkan liquid rokok elektrik mengandung obat penenang. Foto: Dok. Istimewa
Hi!Pontianak - Satgas Yonarhanud 1/PBC Kostrad amankan 199 liquid rokok elektrik yang mengandung ketamine atau obat penenang dari terduga pelaku seorang WNI, IS (32), asal Dusun Sungai Jawa, Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Penangkapan yang dilakukan di Pos Kotis Gabma Entikong pada Sabtu, 9 September 2025 ini menemukan Catridge Liquid Pod (KPod) mengandung Ketamine dalam bungkusan plastik sebanyak 99 buah serta 100 Catridge Liquid Pod mengandung Ketamine dalam kemasan kotak.
Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael, bilang sebelum diserahkan ke BNN akan dilakukan pemeriksaan dan penimbangan ulang khususnya terhadap barang bukti jenis liquid karena termasuk barang baru.
"Kita mengatakan itu mungkin, karena ada kasus di beberapa tempat sudah ada seperti itu. Apakah itu iya atau tidak, tapi kalau feeling saya tidak mungkin sirop dibawa pelaku bersama sabu," ungkap Pangdam pada Senin, 15 September 2025.
Pangdam menambahkan, BNN akan menindak lanjuti dengan melakukan pemeriksaan kepada pelaku akan dikirim ke mana barang haram tersebut. Pangdam minta semuanya tetap waspada.
"Kita belum bisa memastikan yang bersangkutan ini pemilik atau kurir. Yang jelas saat pelaku melintas kemudian distop, diperiksa ditemukan barang tersebut. Untuk itu saya juga minta kepada Danlantamal dan Danlanud mengantisipasi. Kalau tiba-tiba akan dikirim keluar, sektor-sektor yang kemungkinan itu harus lebih ketat," tambahnya.
Trending Now