Konten Media Partner
Wabup Panen Raya, Yudius Harap Mapan Jaya Penghasil Jagung Terbesar di Sintang
8 September 2025 18:52 WIB
·
waktu baca 3 menit
Konten Media Partner
Wabup Panen Raya, Yudius Harap Mapan Jaya Penghasil Jagung Terbesar di Sintang
Wakil Bupati harap Mapan Jaya jadi penghasil jagung terbesar di Sintang. #publisherstory #hipontianakHiPontianak

HiPontianak - Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menghadiri panen raya jagung hibrida bersama Kelompok Tani Jaya Mandiri di Desa Mapan Jaya, Kecamatan Kayan Hulu, Minggu, 7 September 2025.
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPRD Sintang Santosa, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Martin Nandung, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Camat Kayan Hulu, unsur Forkopimcam, para kepala desa se-Kayan Hulu, BPD Mapan Jaya, hingga penyuluh pertanian lapangan (PPL).
Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani yang telah mengelola lahan jagung seluas kurang lebih 5 hektare yang kini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat dan tulang punggung ketahanan pangan.
“Ketahanan pangan adalah kebutuhan strategis. Jagung dan padi adalah dua komoditas utama. Saya ucapkan terima kasih kepada kelompok tani di Desa Mapan Jaya. Ini bukti bahwa petani kita tangguh dan mampu menopang ekonomi masyarakat,” kata Ronny.
Harga jagung yang saat ini mencapai Rp 5 ribu per kilogram menurut Wakil Bupati harus menjadi motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas.
“Lahan ini harus dirawat dengan lebih modern. Dinas Pertanian akan kami dorong untuk terus memberikan bantuan dan pendampingan, jagung komoditas strategis nasional,” katanya.
Wakil Bupati juga menyebut bahwa komoditas jagung memiliki peran penting dalam program ketahanan pangan nasional yang tengah digencarkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Jagung adalah bagian dari kebijakan nasional untuk memperkuat kedaulatan pangan. Kita harus ikut menyukseskannya dari desa-desa seperti Desa Mapan Jaya ini,” ujar Wakil Bupati.
Camat Kayan Hulu Yudius berharap panen raya jagung hibrida ini bisa menjadi komoditi andalan Kecamatan Kayan Hulu ke depannya.
“Kita berharap setelah panen ini kelompok tani ini bisa menjadi desa penghasil jagung terbesar di Kabupaten Sintang," ujarnya.
Yudius juga menceritakan sejarah pertama kali menemukan jagung adalah Columbus di Kuba pada tahun 1492 dan membawanya ke Spanyol untuk dikembangkan. Columbus juga kemungkinan membawa biji jagung caribean tipe mutiara ke Spanyol pada tahun 1493. Sehingga jagung juga berkembang ke Amerika tepatnya di sebuah pkota yang bernama Olivia.
Senat Minnesota telah menetapkan Olivia sebagai 'Ibu Kota Jagung Dunia'. Olivia telah menyebut dirinya 'Ibu Kota Jagung Dunia' sejak tahun 1973, ketika kota itu mendirikan monumen jagung setinggi 15 meter yang terkenal berbentuk tongkol jagung. Olivia merupakan rumah bagi sembilan fasilitas penelitian benih.
“Seiring berjalannya waktu jagung dikembangkan sejak dahulu sampai saat ini adalah negara Amerika dan Amerika Serikat tercatat merupakan produsen jagung terbesar di dunia, dengan produksi 377,63 juta metrik ton pada tahun 2024-2025. Selain Amerika, negara produsen terbesar jagung adalah negara USA, diikuti China, Brazil dan India,” bebernya.
Yudius juga mengajak masyarakat untuk lebih giat lagi berusaha memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di daerah yang luas dan subur. Selain jagung, masyarakat juga bisa menanam tanaman lain seperti cabe dan terong.
