Konten Media Partner
Waspada Penipuan, Bank Kalbar: Jangan Sembarangan Buka Email dan Giveaway Online
13 November 2025 20:33 WIB
·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Waspada Penipuan, Bank Kalbar: Jangan Sembarangan Buka Email dan Giveaway Online
Bank Kalbar imbau masyarakat untuk tidak buka pesan, email, maupun ikut giveaway online secara sembarangan agar terhindar dari penipuan digital. #publisherstory #hipontianakHiPontianak

Hi!Pontianak – Maraknya kejahatan digital di sektor perbankan menjadi perhatian serius bagi Bank Kalbar. Kepala Divisi Teknologi Informasi Bank Kalbar, Toni Darmawan, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap modus phishing, scam, dan serangan siber yang kini semakin canggih dan sulit dikenali.
“Banyak kejadian penipuan digital yang menyasar nasabah perbankan. Salah satu modus yang sering terjadi adalah phishing—pelaku berusaha mencuri data pribadi, seperti nama, nomor KTP, atau rekening dengan mengirimkan email palsu atau mengarahkan korban ke situs berbahaya,” kata Toni saat menjadi narasumber dalam kegiatan Diskusi Publik Kejahatan Digital yang diinisiasi oleh Aliansi Wartawan Kriminal (Awak) Pontianak di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Kamis, 13 November 2025.
Ia menegaskan, masyarakat harus teliti dan cermat terlebih dahulu sebelum membuka pesan atau email yang masuk.
“Kadang kita tidak tahu mana email yang benar dan mana yang palsu. Sebaiknya pastikan dulu siapa pengirimnya, jangan sembarangan klik tautan atau membuka file dari sumber yang tidak jelas,” ujarnya.
Menurut Toni, Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang telah diluncurkan sejak tahun 2022 merupakan payung hukum penting dalam melindungi masyarakat dari kebocoran data. Namun, kesadaran digital masyarakat juga harus ditingkatkan.
Lebih lanjut, Toni menjelaskan bahwa Bank Kalbar memiliki lebih dari 100 server yang dikelola secara berlapis di Pontianak, Jakarta, dan Surabaya untuk menjaga keamanan data nasabah.
“Server itu tidak hanya sekadar menyala, tapi kami bungkus dengan empat lapisan pengamanan. Karena di dunia digital, ancaman bisa datang kapan saja,” ungkapnya.
Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus giveaway palsu yang beredar di media sosial.
“Biasanya pelaku meniru akun resmi, membuat tampilan seolah ada centang biru atau pengumuman undian. Padahal itu jebakan untuk mencuri data atau uang. Jadi, ekstra hati-hati kalau ada yang menawarkan hadiah atau handphone gratis,” tuturnya.
Untuk memperkuat perlindungan siber, Bank Kalbar telah membentuk unit khusus keamanan teknologi informasi yang bertugas dalam memantau, menanggulangi, dan menyesuaikan kebijakan internal terhadap perkembangan ancaman digital terkini.
“Kami juga aktif bergabung dalam komunitas tim siber untuk mengetahui isu dan tren terbaru dalam dunia keamanan data,” tambahnya.
Toni pun berpesan di akhir, "Kunci dari keamanan siber adalah kesadaran. Jangan biarkan dokumen pribadi terbuka, jangan asal membagikan informasi. Dunia digital penuh peluang, tapi juga penuh jebakan."
Penulis: Ade Mirza
