Konten dari Pengguna

Harga Beras Naik Lagi: Ketahanan Pangan Indonesia Diuji

Husnul Khotimah, MM
Dosen Universitas Pamulang
30 September 2025 9:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Harga Beras Naik Lagi: Ketahanan Pangan Indonesia Diuji
Lonjakan harga beras yang terjadi pada Agustus 2025 menjadi sorotan publik. Berdasarkan data BPS, rata-rata harga beras medium mencapai Rp15.500 per kilogram, naik 18% dibanding tahun lalu. Kondisi in
Husnul Khotimah, MM
Tulisan dari Husnul Khotimah, MM tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pekerja mengangkut beras di kawasan Pasar Dargo, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/4/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja mengangkut beras di kawasan Pasar Dargo, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/4/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
Harga beras kembali melonjak dan menjadi perhatian utama masyarakat. Bagaimana tidak? berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2025 rerata harga beras medium di tingkat konsumen mencapai Rp15.500 per kilogram, naik hampir 18% dibanding periode tahun lalu. Kenaikan ini sangat di rasakan para rumah tangga, terutama bagi masyarakat menengah kebawah yang menjadikan beras sebagai makanan pokok sehari-hari.
Menteri perdagangan Zulkifli Hasan dalam konferensinya awal Bulan September 2025 mengungkapkan bahwa pemerintah terus berupaya agar menjaga harga beras tetap terkendali "stok beras di bulog aman, kita pastikan operasi besar dilakukan dibanyak daerah agar harga tidak semakin naik" ujarnya.
Dengan adanya kenaikan harga beras, lalu apa dampak bagi Masyarakat? beras merupakan kebutuhan pokok sehingga kenaikan harga beras akan berdampak pada sektor ekonomi dan sangat di rasakan oleh masyarakat dan mempengaruhi banyak sektor sehingga menjadi komoditas utama selain sektor ekonomi bagi sektor sosial politik pula.
Faktor tersebut dapat berdampak pada rumah tangga yang berpendapatan rendah bisa saja dengan terpaksa mengurangi konsumsi protein dan gizi demi tetap membeli beras. Selain itu, dampak pada pedagang kecil dan UMKM Kuliner menghadapi kenaikan biaya bahan baku sehingga margin keuntungannya tertekan. inflasi pangan juga ikut berdampak.
Menurut BPS, makanan pokok yaitu beras, menjadi penyumbang inflasi pada bulan Agustus 2025 dengan kontribusi lebih dari 40% terhadap inflasi bulanan. Maka, apa sebetulnya solusinya? kami sebagai masyarakat mungkin dapat memberikan kontribusi masukan apa yang harus dilakukan salah satunya pemerintah harus berupaya mempercepat penggunaan teknologi digital farming dan mencari benih unggul yang tahan pada iklim ekstrem. Selain itu, kebijakan impor yang bijak dengan tidak merusak pasar petani lokal serta pemberdayaan petani muda di sokong dengan pelatihan pendidikan pada sektor pertanian.
Lonjakan harga beras di Tahun 2025 harus menjadi alarm bagi pemerintah dan masyarakat. Masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan operasi pasar atau impor darurat akan tetapi dibutuhkan strategi jangka panjang dengan memperkuat produksi, memperbaiki distribusi, menjaga stabilitas harga dan juga meningkatkan kesejahteraan petani. Sejalan dengan Apa yang di sampaikan oleh Menteri pertanian Andi Amran Sulaiman "Ketahanan Pangan adalah kedaulatan rakyat, kalau beras saja kita masih tergantung pada impor maka kedaulatan itu rapuh" (Detik, 2025).
Krisis beras ini seharusnya menjadi momentum pembelajaran, jika dikelola serius, Indonesia bisa mengubah tantangan ini menjadi peluang untuk membangun sistem pangan yang lebih kokoh dan berkelanjutan. Sebab, ketahanan pangan bukan sekedar urusan dapur rumah tangga akan tetapi pondasi bagi kedaulatan ekonomi dan politik bangsa.
Trending Now