Konten dari Pengguna
KIP Kuliah Disalahgunakan? Ini Suara Mahasiswa yang Merasa Digeser
17 Juli 2025 18:07 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
KIP Kuliah Disalahgunakan? Ini Suara Mahasiswa yang Merasa Digeser
Fenomena KIP Kuliah disalahgunakan seperti R bukanlah hal baru. Sejumlah mahasiswa dari berbagai daerah mengeluhkan penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang dinilai tak lagi tepat sasaran. Ilham Abdul Malik
Tulisan dari Ilham Abdul Malik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

βSaya anak buruh harian, IPK saya di atas 3,5, tapi tahun ini saya gagal menerima KIP Kuliah. Ironisnya, teman saya yang hidup berkecukupan justru lolos,β ujar R, mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Barat.
Fenomena seperti R bukanlah hal baru. Sejumlah mahasiswa dari berbagai daerah mengeluhkan penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang dinilai tak lagi tepat sasaran. Bantuan pendidikan yang seharusnya menjadi jalan keluar bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu, justru disalahgunakan oleh segelintir pihak yang memanipulasi data.
Data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menunjukkan bahwa pada tahun 2023 terdapat lebih dari 800 ribu pendaftar KIP Kuliah, sementara hanya sekitar 200 ribu yang lolos seleksi.
Masalahnya, verifikasi data ekonomi dan latar belakang keluarga masih sangat bergantung pada dokumen administratif dan keterangan yang belum tentu mencerminkan kondisi riil di lapangan. Celah inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
βBeberapa mahasiswa bahkan diketahui memalsukan Surat Keterangan Tidak Mampu, atau menggunakan aset atas nama keluarga lain agar terlihat miskin di data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial),β kata Dosen Sosial dan Kebijakan Publik Universitas Negeri Jakarta, Dr. Siti Kurniasih, dalam wawancaranya dengan Tirto.id, 2022.
Lebih menyedihkan lagi, kata Siti, adalah ketika mahasiswa yang benar-benar membutuhkan justru tereliminasi karena sistem verifikasi yang belum sepenuhnya akurat.
Banyak mahasiswa yang mengandalkan KIP Kuliah sebagai satu-satunya cara agar bisa terus kuliah. Ketika mereka digeser oleh pemegang "akses dan relasi", pendidikan kembali menjadi barang mahal dan penuh ketimpangan.
Kini, masyarakat meminta agar Kemendikbudristek melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme seleksi KIP Kuliah, serta memperkuat sistem pengawasan agar program ini tidak melenceng dari tujuannya.

