Konten dari Pengguna

Selalu Merasa Gagal? Karena Merasa Menjadi "Center Of The Universe"

Indah Hairunisah
Mahasiswi Informatika Universitas Pembangunan Jaya. Senang menulis baragam topik seperti produktivitas, teknologi, pengembangan diri, sampai bisnis dan keuangan.
13 September 2023 9:18 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Selalu Merasa Gagal? Karena Merasa Menjadi "Center Of The Universe"
Selalu Merasa Gagal? Karena Merasa Menjadi "Center Of The Universe"
Indah Hairunisah
Tulisan dari Indah Hairunisah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi merasa gagal karena merasa menjadi "Center Of The Universe". Sumber: pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi merasa gagal karena merasa menjadi "Center Of The Universe". Sumber: pexels
Seringkali, kita merasa seperti kita gagal atau tidak memenuhi harapan dalam berbagai aspek kehidupan kita. Perasaan ini bisa datang dari tekanan sosial atau kecenderungan kita untuk merasa bahwa kita adalah pusat segalanya. Namun, dalam artikel ini, kita akan menjelajahi konsep bahwa perasaan gagal sering kali disebabkan oleh pandangan kita yang terlalu egosentris. Mari kita bahas mengapa mengubah perspektif ini dapat membantu kita mengatasi perasaan gagal.

Mengenali Perasaan Gagal:

Ilustrasi Mengenali Perasaan Gagal. Sumber: pexels
Pertama-tama, penting untuk mengenali perasaan gagal ketika mereka muncul. Ini bisa termasuk perasaan tidak mencapai tujuan, kurangnya keberhasilan, atau kekecewaan terhadap diri sendiri. Sadari bahwa perasaan ini adalah hal yang wajar dan dialami oleh banyak orang.

Mengatasi Egosentrisme:

Ilustrasi Mengatasi Egosentrisme. Sumber: pexels
Perasaan gagal sering kali muncul ketika kita cenderung berpikir bahwa dunia ini berkisar hanya pada diri kita sendiri. Namun, kenyataannya adalah dunia ini luas dan banyak faktor di luar kendali kita yang memengaruhi hasil-hasil dalam hidup. Mengatasi egosentrisme adalah langkah awal untuk mengatasi perasaan gagal.

Rendahkan Ekspektasi pada Diri Sendiri:

Ilustrasi Rendahkan Ekspektasi pada Diri Sendiri. Sumber: pexels
Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Alihkan perhatian dari pencapaian pribadi yang sempurna dan alihkan fokus pada pertumbuhan pribadi. Rendahkan ekspektasi pada diri sendiri dan berikan diri Anda izin untuk membuat kesalahan dan belajar dari mereka.

Empati Terhadap Orang Lain:

Ilustrasi Empati Terhadap Orang Lain. Sumber: pexels
Mengembangkan empati terhadap orang lain dapat membantu kita melihat bahwa semua orang mengalami kesulitan dan kegagalan dalam hidup mereka. Ketika kita memahami bahwa kita tidak sendirian dalam perjuangan ini, perasaan gagal menjadi lebih mudah diatasi.

Fokus pada Proses, Bukan Hasil:

Ilustrasi Fokus pada Proses, Bukan Hasil. Sumber: pexels
Alihkan perhatian dari hasil akhir dan fokuslah pada proses. Proses adalah bagian yang dapat kita kendalikan dalam perjalanan kita. Dengan fokus pada langkah-langkah kecil yang kita ambil setiap hari, kita dapat mencapai tujuan jangka panjang dengan lebih efektif.

Berkembang dari Pengalaman:

Ilustrasi Berkembang dari Pengalaman. Sumber: pexels
Setiap kegagalan adalah pelajaran. Cobalah untuk melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Dengan cara ini, Anda dapat mengubah pandangan Anda tentang perasaan gagal menjadi peluang untuk meningkatkan diri.
Kesimpulan, perasaan gagal adalah hal yang wajar dalam hidup, tetapi seringkali dipicu oleh pandangan egosentris kita tentang diri kita sebagai pusat segalanya. Dengan mengubah perspektif ini, mengembangkan empati, dan fokus pada pertumbuhan pribadi, kita dapat mengatasi perasaan gagal dan menjalani hidup yang lebih bermakna dan penuh pencapaian. Ingatlah bahwa kita semua adalah bagian dari dunia yang lebih besar, dan bahwa keberhasilan tidak selalu bergantung pada menjadi pusat perhatian.
Trending Now