Konten Media Partner

Situs Kuno Ditemukan di Wisata Alam Gosari Gresik

21 September 2022 15:10 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Situs Kuno Ditemukan di Wisata Alam Gosari Gresik
Diperkirakan situs ini peninggalan zaman Majapahit. #publisherstory #JatimNow
Jatim Now
Situs Kuno Ditemukan di Wisata Alam Gosari Gresik
zoom-in-whitePerbesar
Gresik - Sebuah situs purbakala berupa batu dan struktur pahatan batu bata kuno ditemukan di area Wisata Alam Gosari (Wagos), Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Diperkirakan situs ini peninggalan zaman Majapahit.
Dari penjelasan pihak pengelola Wagos, penemuan situs tersebut berawal saat pihaknya saat hendak melakukan pengerjaan perluasan parkir Wagos pada Selasa (20/9). Para pekerja kemudian mencoba melakukan penggalian sedalam 30 centimeter.
"Saat kami meratakan permukaan tanah, ternyata ada bekas batu dan tumpukan batu bata merah yang kemungkinan peninggalan era Majapahit," kata Misbahud Dawam, Rabu (21/9/2022).
Dugaan tersebut, menurut Dawam karena sebelumnya pihak Wagos juga menemukan bekas pabrik tembikar, atau gerabah peninggalan era Majapahit yang letaknya tak jauh dari penemuan situs yang baru ditemukan.
β€œMirip batu era Majapahit yang ada di Mojokerto dan Jombang,” ucapnya.
Selanjutnya pihak Wagos berkoordinasi dengan bagian kebudayaan cagar budaya Disparekrafbudpora mengenai penemuan situs tersebut. Kini area sekitar lokasi penemuan sudah diberi police line.
β€œPihak cagar budaya Gresik menyuruh agar area ditemukannya situs untuk disterilkan. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi data. Nantinya akan ada penggalian sekaligus dilakukan penelitian oleh tim cagar budaya Gresik,” ujar Dawam.
Sementara itu, Kabid Kebudayaan Mudi Rahayu saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih belum menerima laporan tentang penemuan situs yang baru saja ditemukan.
β€œLaporkan saja ke Dinas, nanti kita tindak lanjuti. Dengan melakukan penelitian dan penggalian data purbakala ke lokasi,” kata Mudi Rahayu.
Mudi menambahkan, jika nantinya akan dilakukan penelitian harus mempertimbangkan anggaran yang ada.
"Nanti kita cek ke lokasi penemuan dan sekaligus melihat anggaran untuk ekskavasi,” ujarnya.
Trending Now