Konten Media Partner
Menebar Benih Ikan, Menjaga Kelestarian Ekosistem Danau Tempe
6 Desember 2025 7:52 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Menebar Benih Ikan, Menjaga Kelestarian Ekosistem Danau Tempe
Pemerintah Kabupaten Wajo bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan penebaran puluhan ribu benih ikan di Danau Tempe, Jumat (5/12). #publisherstory #kabarwajo Kabar Wajo

WAJO - Danau Tempe adalah merupakan danau purba yang berada di Sulawesi Selatan. Wilayahnya mencakup tiga kabupaten, yakni Wajo, Soppeng, dan Sidrap.
Keberadaan Danau Tempe sejak dulu telah menjadi sumber penghidupan para nelayan. Namun demikian, masalah pendangkalan dasar danau akibat sedimentasi serta banjir tahunan dipicu intensitas hujan yang tinggi turut andil dalam merusak ekosistem danau.
Guna menciptakan ekologis keberlanjutan pembangunan daerah serta menjaga ekosistem ikan di Danau Tempe, Pemerintah Kabupaten Wajo bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan penebaran puluhan ribu benih ikan, Jumat (5/12/2025).
Kegiatan ini dirangkai dengan manre sipulung yang dipusatkan di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) 45, Kecamatan Tempe. Dalam kesempatan itu, Bupati Wajo Andi Rosman menuturkan, penebaran benih ikan di Danau Tempe diharapkan memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dengan menjaga keseimbangan sumber daya alam.
"Alhamdulillah, hari ini kembali kita turun bersama masyarakat manre sipulung sekaligus penebaran benih ikan sebagai upaya menjaga fungsi dan memanfaatkan sumber daya alam bagi masyarakat," kata Andi Rosman.
"Daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup perlu dilestarikan sebagaimana mestinya. Itulah mengapa kegiatan ini kita genjot guna produksi perikanan sekaligus mengembalikan ekosistem yang ada," sambung dia.
Dalam kegiatan itu, puluhan ribu benih ikan yang ditebar di Danau Tempe, di antaranya ikan betok (oseng) sebanyak 57.500 ekor, ikan tambakan (biawan) 12.500 ekor, ikan sepat siam (bale cambang) sebanyak 12.000 ekor dan ikan samelang (kelling atau lele lokal) sebanyak 12.500 ekor.
"Kami secara maksimal memikirkan bagaimana hasil tappareng (danau) kita kembali melimpah dan memberi manfaat bagi masyarakat dan daerah," ujar Andi Rosman.
Bupati juga mengajak masyarakat Kabupaten Wajo bersama-sama menjaga ekosistem yang ada di danau yang dulunya bernama Tamparang Karaja itu.
"Mari bekerja sama menjaga ekosistem dan keberlangsungan yang ada di danau kita ini. Karena jika kita dengan hati tulus melestarikan, maka yakin dan percaya hasilnya juga akan berkah untuk kita semua," seru Andi Rosman. []
