Konten dari Pengguna

Seni Menangis

Kamaruddin
Saya Kamaruddin, penulis asal Banda Aceh. Pernah bekerja di media mainstream dan kini aktif menulis di media sosial Instagram
2 Januari 2026 8:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Seni Menangis
Tidak apa-apa untuk menangis dan melepaskan semuanya ketika terasa terlalu berat.
Kamaruddin
Tulisan dari Kamaruddin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi menangis | Foto: AI Generated
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menangis | Foto: AI Generated
Hidup seperti Manchester United, naiknya sedikit, turunnya banyak, atau bahkan bertemu dengan tikungan tajam (tim-tim besar) yang mengerikan. Dan itu semua bagian dari perjalanan kehidupan.
Tapi ini bukan tentang Manchester United, lupakan sejenak tentang kekalahan MU, nanti kita bully lagi. Lebih dari itu, ini tentang kehidupan.
Dalam hidup, ada saat-saat di mana semuanya memang terasa berat, tapi aku ingin kamu tahu bahwa perasaan itu jangan sampai membuatmu menjadi beban. Itu hal yang wajar, dan terkadang, rasanya akan lebih ringan ketika kamu tidak memikirkannya.
Tidak apa-apa untuk menangis dan melepaskan semuanya ketika terasa terlalu berat. Kamu harus ingat, bahkan awan pun menurunkan hujan ketika tidak sanggup lagi menahannya.
Aku menemukan sebuah kutipan ini di TikTok, dan aku ingin kamu tau ini juga, bahwa tidak apa-apa untuk mengekspresikan rasa sedih, kecewa, atau bahkan marah.
Setiap orang berhak merasakan dan mengakui emosinya tanpa takut dihakimi. Biasanya, dengan meluapkan perasaan, kita menjadi lebih lega dan tidak terbebani oleh emosi yang terpendam.
Kamu tidak harus selalu menjadi pribadi yang kuat untuk semua orang. Tidak apa-apa untuk menangis dan merasa sedih. Menjadi kuat bukan berarti kamu tidak boleh rapuh atau merasakan luka. Akui semua emosimu.
Kamu kuat karena berani mengakui emosimu, bukan menahannya. Tidak masalah untuk menangis, terkadang itu cara terbaik untuk melepaskan semua yang kamu pendam.
Jika kamu lebih nyaman memendam perasaan, coba tuangkan dalam tulisan. Entah di buku harian, aplikasi catatan, atau akun pribadimu di media sosial, menulis bisa jadi cara yang ampuh untuk meluapkan emosi.
Kalau sulit menemukan kata-kata untuk menggambarkan perasaanmu, tidak apa-apa duduk sejenak dan menangis. Kamu juga manusia, dan menangis bukan tanda kelemahan, itu tanda bahwa kamu hidup.
Tidak apa-apa jika hari ini kamu merasa tidak sekuat biasanya. Pelan-pelan, kamu akan bangkit lagi. Sama halnya seperti fans Manchester United.
Trending Now