Konten dari Pengguna

Nge-prank Pelayan Resto di Bursa, Turki

Rizky A Brilianti
Dosen di Universitas Pembangunan Jaya
7 Februari 2024 13:22 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Nge-prank Pelayan Resto di Bursa, Turki
Pengalaman nge-prank pelayan resto di hotel tempat kami menginap saat di kota Bursa, Turki.
Rizky A Brilianti
Tulisan dari Rizky A Brilianti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi telur Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi telur Foto: Shutter Stock
Ada kejadian yang cukup membingungkan saat sarapan di hotel tempat kami menginap di kota Bursa, Turki. Baru kali ini kami sedang di tengah-tengah makan, taplak mejanya digulung oleh para pelayannya. Memang kami termasuk anggota rombongan tur yang belakangan masuk ke restoran. Namun saat melihat jam, belumlah lewat dari waktu yang telah ditentukan di jadwal.
Begitu piring kami kosong, tak peduli makanan masih belum selesai dikunyah, sendok dan garpu belum diletakkan, set! Secepat kilat pelayannya mengangkat piring. Bedanya, jika masih ada sisa makanan walau sedikit, mereka tidak akan mau mengangkat piringnya. Ini memang sangat berbeda dengan kebiasaan kebanyakan orang Indonesia yang kalau ambil makanan prasmanan suka berlebihan dan bersisa banyak.
Tak heran, di hari sebelumnya saya beberapa kali melihat pelayan resto bertanya pada rekan satu rombongan yang tidak menghabiskan makanannya. Dengan wajah yang terlihat sebal dan tak rela mereka mengangkat piring berisi sisa makanan. Namun saya, suami, dan anak-anak selalu membiasakan diri untuk tidak berlaku mubazir. Makanan yang sudah kami ambil, insya Allah, kami habiskan bersih tak bersisa.
Karena sedikit kesal diburu-buru oleh para pelayan yang tidak sabaran ini, akhirnya sengaja kami sedikit mengerjai mereka. Suami sengaja membuka telur rebus hanya di bagian atasnya. Telur rebus setengah matang yang isinya sudah dimakan, kami letakkan terbalik di mangkuk mini khusus telur sehingga terlihat masih utuh. Kami pun menyelesaikan makan.
Tentu piring-piring berikut taplaknya sudah hilang dibereskan. Pelan-pelan kami minum teh. Salah satu pelayan berdiri di samping meja, menunggu telur untuk dimakan. Selesai minum teh, gelas kami langsung diambil. Tersisa satu onggok telur di atas mangkuk di meja yang sudah kosong sama sekali. Si pelayan yang kembali berdiri di samping meja terlihat resah, ingin buru-buru membereskan mangkuk telur.
Kami biarkan saja dia menunggu beberapa saat hingga akhirnya dengan bahasa Inggris campur bahasa isyarat saya tanya, "Ini tidak mau diangkat?" Sambil saya tunjuk telurnya.
Dia tersenyum sambil memberi isyarat agar saya habiskan dulu telurnya. Kami senyum-senyum. Membiarkan dulu waktu berlalu 1 atau 2 menit. Lalu saya balik telurnya yang ternyata sudah bolong. "Ah!" Teriakan kaget si pelayan disusul tawa asemnya tanda ia sadar sudah jadi korban prank. Sambil mengangkat telur kosong berikut mangkuknya dia tertawa. Kami pun tertawa puas. "Makanya sabar, Mbak. Buru-buru banget memangnya mau ke mana, sih," ucap saya dalam bahasa Indonesia sambil bangun dan berlalu dari resto tersebut.
Trending Now