1 Abad Lebih Balai Yasa Manggarai, Bengkel yang Pernah Jadi 'Kuburan' Kereta
6 Januari 2026 18:36 WIB
·
waktu baca 3 menit
1 Abad Lebih Balai Yasa Manggarai, Bengkel yang Pernah Jadi 'Kuburan' Kereta
Balai Yasa Manggarai saat ini aktif merawat, memperbaiki, sampai modifikasi gerbong kereta.kumparanBISNIS

Berdekatan dengan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, terdapat satu tempat yang menjadi produsen lokomotif perkeretaapian nasional pada zaman Belanda.
Tempat tersebut adalah Balai Yasa. Kawasan ini sehari-hari aktif merawat, memperbaiki sampai modifikasi dan inovasi gerbong kereta. Pada Selasa (6/1), kumparan mengunjungi fasilitas yang usianya kini sudah lebih dari satu abad itu.
Assistent Manager Component QC Balai Yasa Manggarai, Mursid, bercerita Balai Yasa Manggarai ini sudah dibangun sejak 1915 oleh Staatsspoorwegen (SS) dan mulai beroperasi mulai 1920.
“Beroperasi 1920, dan di sini dulu juga melakukan perawatan lokomotif dan di zaman itu sudah bisa membuat lokomotif,” ujarnya kepada kumparan di Balai Yasa Manggarai, Selasa (6/1).
Meski sempat memiliki kapasitas untuk membuat lokomotif, kini Balai Yasa Manggarai berfokus pada perawatan sarana kereta penumpang dan genset.
Mursid menjelaskan perawatan kereta api yang dilakukan di Balai Yasa Manggarai adalah perawatan tahunan. Sementara untuk perawatan bulanan kereta api dilakukan oleh Dipo KAI dan perawatan harian dilakukan oleh Pengawas Urusan Kereta (PUK).
Ketika diajak masuk lebih dalam, kumparan melihat fasilitas Balai Yasa Manggarai terdapat Wheel & BogieWorkshop yang fokus untuk perbaikan roda dan kaki-kaki kerta, BodyWorkshop yang berfokus pada perbaikan gerbong kereta, ElectricalWorkshop yang berfokus pada perbaikan kelistrikan kereta sampai Final Test untuk pengecekan akhir usai perbaikan.
Selain sebagai fasilitas perbaikan dan perawatan, Balai Yasa Manggarai juga melakukan berbagai inovasi dan modifikasi gerbong kereta api.
Inovasi yang sudah dilakukan adalah modifikasi kereta kompartemen, modifikasi kereta K1 atau gerbong eksekutif, modifikasi kereta New Generation sampai modifikasi kereta Heritage Class (kereta wisata mewah baru dari PT KAI).
Menurut catatan Balai Yasa, hingga pertengahan Desember 2025, Balai Yasa Manggarai telah menyelesaikan modifikasi sebanyak 124 unit kereta New Generation.
Pengembangan ini dilakukan untuk menghadirkan sarana yang lebih nyaman, tertata, dan selaras dengan kebutuhan perjalanan masyarakat saat ini.
Sempat Jadi Tempat Kuburan Kereta
Tempat ini pernah menjadi kuburan kereta. Namun saat ini sudah tak ada lagi aktivitas mengubur kereta yang sudah usang.
Ia menuturkan di masa lampau memang sempat ada lokasi yang dijadikan penempatan bangkai kereta atau dikenal sebagai ‘kuburan kereta’ seperti kereta bekas kecelakaan.
“Bekas tabrakan Bintaro, kecelakaan Ratu Jaya itu ditaruhnya di sini, sekarang sudah tidak ada,” kata Mursid.
Selain itu, Balai Yasa Manggarai masih terdapat tempat gerbong-gerbong yang berusia tua di atas 30 tahun dan tidak boleh digunakan lagi atau afkir. Meski demikian, gerbong tersebut nantinya akan dipindahkan sesuai keputusan kantor pusat KAI.
Selain soal kuburan kereta yang sudah tak ada, Balai Yasa Manggarai masih menyimpan salah satu bukti sejarah perkeretaapian di Indonesia. Salah satunya adalah suatu kereta yang disebut sebagai ‘Kereta Bongkok’.
Kereta tersebut merupakan kereta bantuan khusus saat ada kecelakaan. Kereta Bongkok yang berada di Manggarai merupakan kereta buatan tahun 1916 sehingga kini usianya juga lebih dari satu abad.
“Jadi dulunya ketika masih digunakan oleh Belanda ini untuk mengangkat kereta ketika kereta terjadi (anjlok), zaman dulu juga ada anjlok, nah ini terkenalnya namanya kereta bongkok,” cerita Mursid.
