12 Juta Wisatawan Asing Masuk RI, Menpar Sebut Devisa Tembus USD 13,82 Miliar

19 Desember 2025 3:00 WIB
Β·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
12 Juta Wisatawan Asing Masuk RI, Menpar Sebut Devisa Tembus USD 13,82 Miliar
Menpar catat 12,76 juta wisman masuk RI hingga Oktober 2025 dengan devisa USD 13,82 miliar dan kontribusi pariwisata 3,96 persen ke PDB.
kumparanBISNIS
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kiri) didampingi Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menyampaikan paparan akhir tahun Kemenpar 2025 di Jakarta, Selasa (16/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kiri) didampingi Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menyampaikan paparan akhir tahun Kemenpar 2025 di Jakarta, Selasa (16/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mencatat kontribusi sektor pariwisata terhadap devisa negara hingga kuartal III 2025.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata pengeluaran belanja wisatawan mancanegara per kedatangan hingga Kuartal III mencapai angka USD 1.259 atau setara dengan Rp 21,04 juta (dengan kurs Rp 16.716 per dolar AS).
β€œDengan demikian, pada periode kuartal yang sama, sektor pariwisata menyumbang devisa negara sebesar USD 13,82 miliar,” tutur Widiyanti dalam gelaran Wonderful Indonesia Great Sale di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Kamis (18/12).
Secara rinci, sepanjang Januari hingga Agustus 2025 sektor pariwisata telah menyumbang Rp 231,01 triliun. Selain itu, sektor pariwisata juga menyumbang sebesar 3,96 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga Kuartal III tahun 2025.
Data ini sejalan dengan jumlah perjalanan wisatawan nusantara selama Januari hingga Agustus 2025 yang tumbuh sebesar 18,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu menjadi 997,91 juta perjalanan.
β€œSementara kedatangan wisatawan mancanegara ke tanah air telah tembus angka 12,76 juta, tumbuh sebesar 10,32 persen dibandingkan dengan periode Januari hingga Oktober 2024,” imbuhnya.
Trending Now