20 Kontainer Udang Asal RI Tertahan di AS, Lolos Berkat Sertifikat dari KKP
11 Januari 2026 8:55 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
20 Kontainer Udang Asal RI Tertahan di AS, Lolos Berkat Sertifikat dari KKP
KKP memastikan produk perikanan Indonesia diterima pasar global karena ada sertifikat mutu dan keamanan.kumparanBISNIS

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan produk perikanan Indonesia tetap diterima di pasar global melalui penerbitan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP). Sertifikat ini menjadi dokumen resmi yang diakui otoritas negara tujuan ekspor sebagai bukti pemenuhan standar mutu dan keamanan pangan.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP, Ishartini, mengatakan SMKHP berfungsi sebagai pernyataan resmi pemerintah atas proses produksi perikanan Indonesia yang telah sesuai standar internasional.
"SMKHP sebagai official declaration yang dibutuhkan otoritas negara tujuan bahwa produk perikanan dihasilkan melalui proses rantai produksi yang sesuai dengan standar sanitasi, higiene serta keamanan pangan global sehingga memenuhi ALOP atau apropriate level of protection pangan di negara tersebut dan dengan mudah masuk pasar mereka,โ kata Ishartini dalam keterangan tertulis, dikutip pada Minggu (11/1).
Total volume ekspor udang yang berhasil diselamatkan melalui penerbitan SMKHP itu mencapai 263 ribu ton dengan nilai sekitar Rp 63,4 miliar.
Pernyataan Ishartini itu dibenarkan oleh Manajer Ekspor dan Impor PT Bumi Menara Internusa (BMI), Clorinda. Kontainer yang dimaksud Ishartini adalah milik PT BMI.
"Waktu itu ada shipment kami sebanyak 20 kontainer udang beku yang tertahan di Pelabuhan Chicago Amerika Serikat, lalu FDA kirim email notifikasi kepada kami melalui Customs Broker mengatakan bahwa ada dokumen yang belum lengkap kemudian setelah kami kirimkan SMKHP yang diterbitkan UPT Badan Mutu Surabaya I akhirnya hari itu juga semua kontainer dirilis oleh FDA,โ cerita Clorinda.
Bagi eksportir yang mau mengurus SMKHP sudah bisa secara online melalui aplikasi Siap Mutu. Aplikasi itu juga terkoneksi Indonesia National Single Window (INSW).
