Airlangga: Afrika Benua Masa Depan, Dukung Stabilitas Ekonomi Global
23 November 2025 6:05 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Airlangga: Afrika Benua Masa Depan, Dukung Stabilitas Ekonomi Global
Dalam KTT G20 Afrika Selatan, Airlangga mengatakan Afrika mendukung industrialisasi berkelanjutan dan stabilitas ekonomi global.kumparanBISNIS

Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto melihat Benua Afrika sebagai benua yang bisa menjadi masa depan dunia. Hal ini karena benua tersebut memiliki berbagai potensi strategis yang dapat mendukung ekonomi global. Menurutnya, dunia seharusnya dapat memberi ruang yang lebih besar terhadap negara-negara di benua tersebut.
βAfrika ini dianggap sebagai benua masa depan dengan pertumbuhan cepat potensi strategis yang mendukung industrialisasi pemahaman berkelanjutan dan stabilitas ekonomi global,β kata Airlangga dalam Konferensi Pers Hasil KTT G20 Afrika Selatan 2025 secara daring, Minggu (23/11) dini hari waktu Jakarta.
Adapun dengan terselenggaranya KTT G20 Afrika Selatan, Airlangga melihatnya sebagai penutup rangkaian kepemimpinan negara bumi bagian selatan. Sebelumnya, sejak 2022 presidensi G20 memang dipimpin oleh negara bumi bagian selatan mulai dari Indonesia, India, Brasil, sampai Afrika Selatan.
Dia melihat jajaran negara bumi bagian selatan dalam presidensi G20 belakangan sebagai langkah agar negara bumi bagian selatan juga bisa berperan aktif dalam perekonomian global.
βApa yang dimulai Indonesia di kepemimpinan di tahun 2022 ini dilanjutkan oleh Afrika Selatan terutama mendorong inklusivitas, 9) memperkuat peran Global South dalam tata kelola ekonomi global, dan memastikan forum G20 mewakili kepentingan dari seluruh bangsa,β ujarnya.
Dalam KTT G20 Afrika Selatan, Indonesia diwakilkan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Airlangga menjelaskan pada forum tersebut Gibran melakukan pembahasan mengenai berbagai topik yakni ekonomi inklusif yang berkelanjutan, pembiayaan pembangunan, risiko bencana, perubahan iklim, transisi energi sampai sistem pangan.
βDalam pidatonya, Bapak Wakil Presiden menyampaikan beberapa poin penting. Yang pertama, pertumbuhan perekonomian global harus kuat, adil, dan inklusif dengan pembiayaan internasional yang mudah diakses, dapat diprediksi khususnya bagi negara-negara berkembang,β ujarnya.
βUpaya-upaya ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain penghapusan utang, mekanisme pembiayaan yang inovatif, pembiayaan campuran, dan transisi hijau,β lanjutnya.
Adapun beberapa topik terkait Indonesia yang juga ditunjukkan Gibran kepada audiensi G20 menurut Airlangga adalah QRIS sebagai solusi pembayaran digital dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memiliki manfaat ke rantai pasok perekonomian.
Ia juga menuturkan, Gibran turut menghadiri MIKTA Leaders Gathering bersama pemimpin dari Meksiko, Korea Selatan, Turki, dan Australia. Selain itu, Gibran juga melakukan pertemuan bilateral dengan PM Ethiopia, PM Vietnam, Presiden Angola, Presiden Finlandia, petinggi WTO dan petinggi United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).
