Airlangga: Diplomasi RI Kuat di Eropa Usai Kalahkan WTO, Potensi Dagang Rp 985 T
17 September 2025 14:18 WIB
·
waktu baca 2 menit
Airlangga: Diplomasi RI Kuat di Eropa Usai Kalahkan WTO, Potensi Dagang Rp 985 T
Kemenangan Indonesia di WTO jadi senjata kuat untuk berdiplomasi ekonomi dengan Uni Eropa. Apalagi akan diteken perjanjian EU-CEPA.kumparanBISNIS

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan diplomasi perdagangan Indonesia semakin kuat, terutama setelah kemenangan atas Uni Eropa (UE) dalam sengketa kelapa sawit di World Trade Organization (WTO). Menurutnya, kemenangan ini menjadi bukti bahwa posisi Indonesia dalam kancah perdagangan global kian diperhitungkan.
“Kemenangan ini menunjukkan diplomasi perdagangan kita sedang kuat-kuatnya,” kata Airlangga dalam kumparan Green Initiative Conference (GIC) 2025 yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (17/9).
Airlangga menyampaikan optimisme bahwa kerja sama dengan UE berpotensi mendorong nilai perdagangan hingga USD 60 miliar atau setara Rp 985 triliun (kurs Rp 16.432 per USD).
Selain kemenangan di WTO, momentum kerja sama Indonesia–Eropa akan diperkuat dengan penandatanganan perjanjian dagang Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU-CEPA) pada 23 September 2025. Melalui perjanjian ini, 80 persen produk Indonesia yang masuk ke Eropa akan dibebaskan dari tarif, begitu juga sebaliknya.
Airlangga berharap EU-CEPA dapat mendongkrak nilai perdagangan Indonesia–UE hingga 2,5 kali lipat dalam lima tahun ke depan. Saat ini, nilai perdagangan kedua pihak masih berada di kisaran USD 30 miliar.
“Sekarang Vietnam sudah jauh lebih tinggi dari kita, hampir dua kali lipat, karena mereka lebih dulu menjalin kesepakatan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia optimistis target tersebut bisa tercapai karena didukung oleh fundamental ekonomi Indonesia yang kuat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12 persen, Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur di level 51,5, inflasi yang terjaga di 2,31 persen, serta tren penurunan suku bunga Bank Indonesia.
“Konsumsi masyarakat juga relatif kuat, dengan indeks yang terus berada di atas angka 100,” kata Airlangga.
Reporter: Nur Pangesti
