Airlangga: Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Ketegangan Politik Global

14 Januari 2026 20:20 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Airlangga: Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Ketegangan Politik Global
Menko Airlangga menyebut probabilitas resesi Indonesia juga lebih rendah ketimbang China dan Amerika Serikat.
kumparanBISNIS
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto ditemui di Hotel Mulia, Jakarta Selatan pada Rabu (14/1/2026). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto ditemui di Hotel Mulia, Jakarta Selatan pada Rabu (14/1/2026). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut perekonomian Indonesia tetap menunjukan ketahanan yang kuat meski ada ketegangan politik global. Ia juga membuka data bahwa probabilitas resesi Indonesia lebih rendah ketimbang China dan Amerika Serikat (AS).
Adapun data yang dirujuk oleh Airlangga adalah Bloomberg Economic Survey yang dikeluarkan pada Desember 2025 lalu.
β€œDi tengah ketidakpastian global yang mencakup perlambatan ekonomi dan meningkatnya ketegangan geopolitik, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat dengan probabilitas resesi yang rendah berdasarkan penilaian Bloomberg, dibandingkan dengan Amerika Serikat, China, dan Jepang,” kata Airlangga dalam IBC Business Outlook 2026 di Hotel Mulia, Jakarta Selatan pada Rabu (14/1).
Adapun berdasarkan data paparan Airlangga tersebut, probabilitas Indonesia mengalami resesi hanya sekitar 3 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara besar lainnya.
Sebagai perbandingan, probabilitas resesi China berada di kisaran 17,5 persen, Jepang 27,5 persen, dan AS mencapai 30 persen.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro tiba Heliport Downtown Manhattan menuju Gedung Pengadilan Daniel Patrick Manhattan untuk menjalani sidang di Kota New York, Amerika Serikat, Senin (5/1/2026). Foto: Adam Gray/REUTERS
Rendahnya probabilitas resesi Indonesia tersebut terjadi di bawah berbagai risiko tekanan global seperti perlambatan pertumbuhan China yang berdampak ke negara lain, eskalasi konflik geopolitik dan di berbagai kawasan, kerentanan fiskal dan tingginya utang, serta tekanan di pasar tenaga kerja.
Selain itu, Airlangga juga masih optimis dengan batas defisit APBN terhadap PDB Indonesia yang ditetapkan di level 3 persen. Menurutnya, hal tersebut tak perlu dikhawatirkan.
β€œJangan khawatir tentang defisit anggaran 3 persen. Negara lain dua kali lipat dan mereka tidak khawatir. Jadi mengapa kita harus khawatir tentang hal itu?,” ujarnya.
Ia juga menuturkan bahwa tidak ada risiko ekonomi yang belum diperhitungkan oleh pemerintah baik dalam hal nilai tukar rupiah maupun pasar saham. Untuk itu, ia berharap agar perekonomian Indonesia harus dipandang positif.
Trending Now