Airlangga: Ekonomi Setahun Prabowo Tumbuh Solid di Atas 5 Persen
8 Oktober 2025 12:30 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Airlangga: Ekonomi Setahun Prabowo Tumbuh Solid di Atas 5 Persen
Airlangga memamerkan capaian setahun pemerintahan Prabowo, ekonomi tumbuh 5,12 persen, inflasi terjaga 2,65 persen, dan neraca perdagangan tetap positif.kumparanBISNIS

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memamerkan capaian satu tahun Presiden Prabowo Subianto memimpin Indonesia. Airlangga menyoroti keberhasilan Prabowo membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada angka 5,12 persen pada kuartal II 2025.
Menurutnya, capaian tersebut menjadikan Indonesia salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi (G20).
βCapaian satu tahun pemerintahan, di mana dalam satu tahun pemerintahan yang dipimpin Pak Presiden Prabowo Subianto, Indonesia tetap tumbuh solid dan pertumbuhannya di atas 5 persen, kuartal II di 5,12 persen, dan ini salah satu yang tertinggi di antara negara-negara G20,β tutur Airlangga dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (7/10).
Selain itu, dia juga menyoroti inflasi yang terkendali pada bulan September sebesar 2,65 persen, hasil kerja sama pemerintah dan Bank Indonesia (BI). Menurutnya, harga-harga relatif stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Hal ini sejalan dengan neraca perdagangan ekspor Indonesia yang selama 64 bulan berturut-turut mencatatkan surplus, serta cadangan devisa yang tetap terjaga. Pada akhir September 2025, cadangan devisa tercatat menurun menjadi USD 148,7 miliar dari posisi Agustus 2025 sebesar USD 150,7 miliar.
βDi sektor perbankan, fungsi intermediasi berjalan dengan baik. Pertumbuhan kredit mencapai 10β11 persen, dan sebanyak 3,46 juta pengusaha UMKM, petani, dan nelayan telah diberikan akses permodalan dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat. Likuiditas perbankan juga berjalan dengan baik,β jelasnya.
Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan dalam jangka pendek, pemerintah mendorong paket ekonomi dan stimulus keuangan, mulai dari bantuan pangan, dukungan pekerja di sektor pariwisata dan padat karya, hingga revitalisasi tambak serta modernisasi kapal nelayan.
βSemua ini untuk meningkatkan daya tahan masyarakat dan memperkuat basis ekonomi rakyat,β tutup Airlangga.
