Airlangga Targetkan Ekonomi Syariah RI Peringkat Pertama Dunia pada 2026

8 Oktober 2025 13:29 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Airlangga Targetkan Ekonomi Syariah RI Peringkat Pertama Dunia pada 2026
Airlangga menargetkan ekonomi syariah Indonesia bisa menempati peringkat pertama di dunia, dari saat ini peringkat ketiga.
kumparanBISNIS
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (5/2/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (5/2/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan pekerjaan rumah (PR) agar Indonesia bisa menempati posisi peringkat pertama ekonomi syariah terbesar di dunia.
Airlangga mengatakan Indonesia memiliki potensi ekonomi syariah, misalnya busana muslim, pariwisata ramah muslim, farmasi dan kosmetika halal. Dia menyoroti demand atau permintaan sektor pakaian muslim dengan kebutuhan sebesar USD 20 miliar atau setara dengan Rp 332,16 triliun (dengan kurs Rp 16.608 per dolar AS).
β€œKalau ini kita terus dorong syariah compliance, maka dalam waktu tidak lama dari nomor tiga kita bisa menyalip ke nomor satu. Nah, ini PR kita bersama, karena nanti kita dengar Gubernur Bank Indonesia tahun depan deklarasi nomor satu,” tutur Airlangga dalam gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025 di JiExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/10).
Terlebih menurut dia dalam industri makanan minuman, Indonesia satu-satunya negara yang menjalankan syariah full compliance.
β€œKarena negara lain yang diumumkan adalah yang tidak halal, kalau di Indonesia yang halal wajib. Nah, ekonomi industri makanan minuman termasuk produksi dan seluruh value chain, nilainya adalah USD 109 miliar atau Rp 1.000 triliun,” jelasnya.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) berbincang di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Dalam gelaran yang sama, sebelum Airlangga menyampaikan sambutannya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menuturkan saat ini ekonomi syariah Indonesia berada di peringkat nomor tiga di dunia.
Posisi ini didapatkan Indonesia setelah mengalami peningkatan drastis dari sebelumnya di peringkat 10. Perry menuturkan kini ekonomi syariah Indonesia bisa bersaing ketat dengan Arab Saudi dan Malaysia.
"Indonesia sekarang peringkatnya naik dari 10 ke 3 ekonomi global (dalam waktu) 10 tahun. Dari ranking 10, ekonomi syariah Indonesia, melompat ke 3," ujar Perry dalam gelaran yang sama.
Pemerintah bersama lembaga terkait berkomitmen untuk terus mengembangkan keuangan syariah sebagai bagian dari strategi besar memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
Perry juga mengatakan pemerintah menargetkan Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang dilakukan setiap tahun menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. Tahun 2025 ini, ISEF memasuki penyelenggaraan ke-12 sejak pertama kali digelar.
β€œISEF ke-12 merupakan puncak rangkaian kegiatan yang sudah berlangsung sejak Juni lalu. Kami telah mengadakan festival ekonomi syariah di tiga wilayah, yakni di Lampung untuk Sumatera, Kalimantan Barat untuk kawasan timur, dan Jawa Timur untuk wilayah Jawa,” jelas Perry.
Dia menambahkan, ISEF tahun ini membawa berbagai inovasi dan kegiatan baru. β€œSelama seminggu penuh akan ada banyak hal menarik, jadi jangan hanya datang di pembukaan, tapi ikuti juga agenda hingga lima hari ke depan,” ujarnya.
Trending Now