Amran Lirik Potensi Hilirisasi Kelapa, RI Bisa Kantongi Rp 1.200 Triliun
26 September 2025 8:09 WIB
·
waktu baca 2 menit
Amran Lirik Potensi Hilirisasi Kelapa, RI Bisa Kantongi Rp 1.200 Triliun
Potensi itu diungkap Mentan kepada Pemimpin Redaksi kumparan Arifin Asydhad dalam program Info A1 kumparan.kumparanBISNIS

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan hilirisasi sektor perkebunan, khususnya kelapa, punya potensi ekonomi yang luar biasa besar. Potensi itu diungkap Amran kepada Pemimpin Redaksi kumparan Arifin Asydhad dalam program Info A1 kumparan.
Menurut Amran, pengolahan komoditas ini bisa menjadi sumber devisa baru bagi Indonesia, dengan nilai tembus hingga ribuan triliun rupiah. Amran menjelaskan, permintaan dunia terhadap komoditas perkebunan asal Indonesia terus meningkat. Produk seperti kopi, kakao, gula, tebu, pala, hingga kelapa kini menjadi incaran pasar global.
“Perkebunan kita melihat demand yang tinggi tingkat dunia. Kopi, kakao, gula, tebu. Kemudian pala, pala, tebu, kelapa dalam,” kata Amran dalam Info A1 kumparan, Kamis (25/9).
Salah satu fokus pemerintah adalah mendorong hilirisasi kelapa. Amran mencontohkan, ekspor kelapa dalam bentuk bahan mentah hanya menghasilkan nilai yang terbatas. Namun, jika diolah menjadi produk turunan seperti coconut meal, nilainya bisa meningkat berkali-kali lipat.
“Kelapa kalau kita ekspor bahan mentah, itu dulu harganya Rp 1.350 (per butir). Sekarang sudah naik Rp 5.000-Rp7.000. Tapi kalau ini kita buat menjadi coconut milk, artinya menjadi barang, 100 kali lipat. Itu Rp 10.000,” jelas Amran.
Ia memaparkan, nilai ekspor kelapa Indonesia saat ini mencapai Rp 24 triliun. Jika dikalikan dengan potensi hilirisasi, angka tersebut bisa menembus Rp 2.400 triliun.
“Kalau 100 kali lipat (ekspor kelapa), itu kan Rp 2.400 triliun. Anggaplah separuh, Rp 1.200 triliun. Luar biasa kan? Baru kelapa dan di negara lain sulit tumbuh,” kata dia.
Amran juga menyoroti perubahan tren konsumsi masyarakat dunia yang semakin melirik produk turunan kelapa. Pergeseran ini, kata dia, menjadi peluang besar bagi Indonesia.
“Yang menarik sekarang adalah ada pergeseran konsumsi. Dari susu biasa ke susu sapi, kambing, dan seterusnya, ke coconut milk lebih sehat. Ada juga VCO (virgin coconut oil). Ini menarik,” ungkap Amran.
Ia menegaskan, strategi hilirisasi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berencana menggarap serius komoditas yang memiliki permintaan tinggi di pasar global. “Makanya kami rancang ke depan, perintah Bapak Presiden, hilirisasi komoditas yang demand-nya tinggi tingkat dunia,” tutup Amran.
