Andre Rosiade Desak Tambahan KRL: Tanah Abang dan Manggarai Sudah Kayak Cendol
13 April 2023 9:01 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Andre Rosiade Desak Tambahan KRL: Tanah Abang dan Manggarai Sudah Kayak Cendol
Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade mengakui kepadatan KRL.kumparanBISNIS

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, mendesak pemerintah untuk menambah angkutan KRL di Jabodetabek. Pasalnya, ia sudah merasakan kepadatan KRL dari Stasiun Rawa Buntu ke Stasiun Palmerah pukul 06.21 WIB atau saat jam sibuk.
Usai merasakan naik KRL di jam sibuk tersebut, Andre melihat ada dua catatan yang harus dibenahi baik oleh pemerintah maupun PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Pertama, perlu tambahan rangkaian kereta agar kepadatan penumpang bisa terurai.
"Memang harus betul ada tambahan rangkaian kereta lagi, mungkin tambah lagi gerbongnya, kedua tambah lagi keretanya supaya jadwalnya jangan 9 menit sekali, atau sekali 5 menit supaya untuk di jam sibuk," ungkap Andre saat rapat Komisi VI DPR dengan Wakil Menteri BUMN II, Rabu (12/4).
Dengan begitu, dia meminta pemerintah segera menetapkan kebijakan pengadaan trainset KRL untuk tahun ini, baik itu impor, retrofit, maupun produksi baru, setidaknya sebelum lebaran karena masyarakat tidak bisa menunggu lebih lama lagi.
Catatan kedua, lanjut Andre, yaitu pembenahan prasarana kereta yaitu stasiun. Ia mengungkapkan membutuhkan waktu lama hanya untuk keluar dari stasiun. Hal ini yang menurutnya menjadi penyebab penumpukan di stasiun transit seperti Tanah Abang dan Manggarai.
"Sangat padat dan aksesnya waktu itu terjadi penumpukan di Tanah Abang, di Manggarai jadi prasarana stasiunnya harus diselesaikan karena sudah kayak cendol ini," tegas Andre.
Andre mengaku sengaja langsung terjun ke lapangan untuk menguji hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyebutkan keterisian KRL masih aman, sehingga tidak diperlukan impor.
Wamen BUMN Pastikan Keputusan Impor KRL Ditetapkan Awal Mei
Di sisi lain, Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo, memastikan pemerintah akan segera memutuskan rencana impor darurat KRL sebanyak 10-12 trainset (rangkaian kereta) setelah lebaran atau awal Mei 2023.
Tiko, sapaan akrab Kartika, mengatakan BPKP telah menyarankan agar pemerintah tidak mengimpor KRL bekas dari Jepang, serta ada kemungkinan retrofit atau modernisasi trainset yang sudah usang.
Meski demikian, produksi KRL dalam negeri oleh PT INKA baru rampung di tahun 2025. Sementara proses retrofit juga membutuhkan waktu sekitar 12-14 bulan atau baru selesai di 2024.
Dengan begitu, pemerintah melihat pengadaan KRL dalam waktu dekat sangat mendesak. Sehingga masih mempertimbangkan impor dari Jepang. Hal itu juga menyusul lonjakan penumpang KRL melebihi perkiraan pemerintah.
"Kita lihat penumpukan di peak hour jam 6-8 pagi sama jam 5-6 sore itu tinggi sekali. Kita mungkin 10-12 trainset. Kita lagi diskusi," ungkap Tikosaat ditemui di Gedung DPR, Rabu (12/4).
