Anindya Bakrie Klaim Kadin Sudah Buka 500 Dapur MBG, Gelontorkan Rp 750 M
1 Desember 2025 13:31 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Anindya Bakrie Klaim Kadin Sudah Buka 500 Dapur MBG, Gelontorkan Rp 750 M
Kadin rencananya akan membangun sebanyak 1.000 SPPG.kumparanBISNIS

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengeklaim program Modern Business Group telah membangun sekitar 500 dapur produksi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kadin rencananya akan membangun sebanyak 1.000 SPPG.
Dia menjelaskan, untuk mendirikan satu dapur MBG dibutuhkan biaya sekitar Rp 1,5 miliar. Dengan capaian 500 dapur, total nilai investasi yang telah digelontorkan anggota Kadin disebut mencapai sekitar Rp 750 miliar.
βMBG ini program yang bagus dan sukses, Kadin menjadi bagian membuat 1.000 dapur dari 30 ribu dapur atau SPPG. Di sini hari ini sudah sekitar 500 kita, kira-kira misalnya Rp 1,5 miliar per dapur itu Rp 750 miliar kocek daripada teman-teman yang ada di sini,β ujar Anindya dalam Rapimnas Kadin di Hotel Park Hyatt Jakarta, Senin (1/12).
Menurut dia, pencapaian ini menunjukkan komitmen pelaku usaha dalam mendukung program pemerintah, meski di tengah beragam dinamika pemberitaan maupun tantangan di lapangan.
βTanpa perbankan, sudah keluar (dana Rp 750 miliar) karena kepercayaan kepada pemerintah dan sampai sekarang ini pembayaran cukup lancar menandakan bahwa itu kepercayaan,β lanjutnya.
Selain nilai investasi, Anindya menyebut kontribusi MBG juga terlihat dari sisi penyerapan tenaga kerja. Setiap dapur MBG mempekerjakan sekitar 50 orang. Dengan 500 dapur yang sudah berdiri, total tenaga kerja yang terserap mencapai 25 ribu orang.
Lebih lanjut, ia menilai dampak MBG tidak hanya berhenti pada sektor pangan. Program ini mulai mendorong daerah untuk memperkuat berbagai subsektor, mulai dari produksi ayam petelur hingga hilirisasi pertanian yang selama ini dinilai jarang tersentuh.
βTeman-teman ada suatu provinsi mengatakan Pak kita juga mau dong fokus di ayam petelur, moso kita dapetnya dari provinsi lain, apalagi nanti kalau ada apa-apa namanya juga tinggal di Indonesia seperti bencana kita juga mesti kuat,β ujar Anindya.
Dia juga menyinggung potensi hilirisasi pertanian yang kini mulai dilirik berbagai komunitas usaha. Menurut dia, MBG telah menjadi pintu masuk yang mendorong semakin banyak pelaku usaha mengembangkan produk dan layanan turunan di sektor pangan dan pertanian.
Pengangguran Didominasi Anak Muda
Dalam kesempatan yang sama Anindya juga menyoroti persoalan pengangguran yang masih didominasi oleh kelompok usia muda, meski sejumlah indikator makroekonomi menunjukkan kinerja positif.
Anindya mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,04 persen serta inflasi yang terjaga di 2,86 persen pada Oktober 2025 menjadikan Indonesia sebagai salah satu bright spot di dunia. Neraca perdagangan pada kuartal III juga mencatat surplus USD 4,34 miliar, sementara investasi menembus hampir Rp 500 triliun pada periode yang sama.
Meski demikian, dia menilai tantangan pada level mikro masih signifikan. Tingkat pengangguran berada di sekitar 4,85 persen, dan 17 persen di antaranya berasal dari kelompok usia 16β24 tahun.
βPengangguran memang masih ada di kisaran 4,85 persen dan 17 persen-nya itu datang dari usia muda, 16-24 tahun,β ujar Anindya.
Dia juga menyoroti rasio ICOR Indonesia yang masih tinggi di level 6,3 atau lebih besar dibanding Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Lalu ada juga fakta bahwa 69 persen tenaga kerja masih berada di sektor berproduktivitas rendah dan informal.
Menurut Anindya, kondisi ini menjadi alasan Kadin terus mendorong penyempurnaan regulasi dan kebijakan untuk mendukung pemerataan kesejahteraan dan akselerasi pertumbuhan ekonomi menuju 6β8 persen sebagaimana diarahkan pemerintah.
