Arab Saudi Perluas Akses Penjualan Alkohol bagi Warga Asing Tajir

9 Desember 2025 6:57 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Arab Saudi Perluas Akses Penjualan Alkohol bagi Warga Asing Tajir
Arab Saudi mewajibkan warga asing yang membeli minuman beralkohol untuk menunjukkan bukti gaji minimal 50.000 riyal atau sekitar Rp 222 juta per bulan.
kumparanBISNIS
Seorang wanita melihat botol minuman alkohol. Foto: Mariana Nedelcu/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Seorang wanita melihat botol minuman alkohol. Foto: Mariana Nedelcu/Reuters
Arab Saudi kembali melonggarkan aturan terkait penjualan alkohol. Mereka membuka akses bagi warga asing non-muslim yang memiliki penghasilan bulanan minimal 50.000 riyal atau USD 13.300, sekitar Rp 222 juta (kurs Rp 16.695 per dolar AS).
Mengutip Bloomberg pada Selasa (9/12), kebijakan ini disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah menarik lebih banyak tenaga kerja dan investasi asing untuk mendukung transformasi ekonomi kerajaan.
Menurut sumber yang mengetahui kebijakan itu, warga asing yang ingin membeli alkohol diwajibkan menunjukkan sertifikat gaji sebagai bukti pendapatan, sebelum dapat memasuki satu-satunya gerai penjualan resmi yang berlokasi di Riyadh.
Sumber yang enggan disebutkan namanya itu menjelaskan, toko tersebut sebelumnya hanya melayani diplomat asing dan kemudian diperluas untuk pemegang status residensi premium.
Ilustrasi minuman keras (miras). Foto: Shutterstock
Hingga kini, belum ada pengumuman resmi mengenai perluasan akses tersebut. Pihak pemerintah juga belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang diajukan pada Senin.
Di gerai Riyadh, pelanggan disebutkan bisa berbelanja dengan sistem kuota pembelian bulanan berbasis poin. Selain itu, dua gerai baru sedang dibangun di kota lain sebagai bagian dari rencana bertahap memperluas penjualan alkohol di negara yang selama puluhan tahun menerapkan pembatasan ketat.
Langkah ini sejalan dengan serangkaian reformasi sosial yang digencarkan Arab Saudi untuk menjadikan Riyadh sebagai pusat bisnis yang lebih kompetitif. Pemerintah menilai relaksasi sejumlah aturan dapat membantu menarik lebih banyak talenta global dan modal asing.
Dalam beberapa tahun terakhir, kerajaan telah mencabut sejumlah larangan, mulai dari izin bagi perempuan untuk mengemudi, penyelenggaraan hiburan publik, musik, hingga percampuran antara pria dan wanita di ruang publik.
Trending Now