Asosiasi Jasa Pengiriman Sebut Promo Ongkir Bikin Persaingan Usaha Tak Sehat
19 Mei 2025 18:59 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Asosiasi Jasa Pengiriman Sebut Promo Ongkir Bikin Persaingan Usaha Tak Sehat
Asosiasi jasa pengiriman menyebut banyaknya promo gratis ongkir justru membuat persaingan usaha tidak sehat. kumparanBISNIS

Sekretaris Jenderal DPP Asperindo, Tekad Sukatno mengungkap dengan adanya aturan tersebut persaingan usaha tidak sehat dalam lingkup ekosistem industri usaha pos dan kurir diharap bisa diatasi.
โDengan peraturan ini diharapkan penyelenggara pos tidak larut terbawa pada promosi free ongkir e-commerce, karena program free ongkir yang dilakukan oleh marketplace adalah program promosi yang dijalankan marketplace untuk pembeli atau penjual dan bukan program yang berasal dari penyelenggara pos dan kurir,โ kata Tekad dalam keterangan tertulis, Senin (19/5).
Saat ini, pembatasan tersebut diatur oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) lewat Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Permenkomdigi) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Layanan Pos Komersial.
Tekad juga mencermati dalam aturan tersebut sejatinya tidak mengatur promosi gratis ongkir di e-commerce atau marketplace melainkan mendorong agar harga grosir disepakati melalui kesepakatan bersama antara penyelenggara pos dan pengguna jasa melalui proses yang adil dan transparan.
โSehingga hal ini membawa dampak positif pada industri pos dan kurir yang dengan sendirinya akan berdampak juga kepada pendapatan para kurir,โ ujarnya.
Ia berharap dengan adanya aturan ini maka operasional jasa pos komersial dapat lebih efisien dan memiliki standar kualitas layanan yang baik. Selain itu aturan ini juga diharap bisa memperluas jangkauan pengiriman oleh jasa pos komersial.
โPeraturan ini hendaknya berlaku kepada industri yang melakukan praktik penyelenggaraan jasa pos, kurir, dan logistik dengan aktivitas collecting, processing, transporting, dan delivery,โ kata Tekad.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, memberikan penjelasan terkait aturan baru tersebut. Dia menegaskan, aturan itu tak membatasi promo gratis ongkir.
โPerlu kami luruskan, peraturan ini tidak menyentuh ranah promosi gratis ongkir oleh e-commerce. Yang kami atur adalah diskon biaya kirim yang diberikan langsung oleh kurir di aplikasi atau loket mereka, dan itu dibatasi maksimal tiga hari dalam sebulan,โ kata Edwin lewat keterangannya.
Dia mengatakan, potongan harga yang dibatasi adalah diskon ongkos asli pengiriman yang meliputi biaya kurir, angkutan antarkota, penyortiran, dan layanan penunjang lainnya.
