Bahlil Cek Tambang Batu yang Longsor di Cirebon: Akan Kita Evaluasi Total

2 Juni 2025 14:27 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bahlil Cek Tambang Batu yang Longsor di Cirebon: Akan Kita Evaluasi Total
Wewenang tambang galian c ada di daerah, tapi karena merenggut banyak nyawa, kemungkinan Bahlil akan evaluasi total.
kumparanBISNIS
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berada di mobil usai mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/3/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berada di mobil usai mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/3/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan mengecek lokasi tambang yang longsor di Cirebon. Tambang tersebut merupakan galian tipe yang menewaskan belasan orang, termasuk kuli dan warga sekitar yang menjadi penambang batu.
Bahlil dijadwalkan akan datang ke sana besok atau lusa. Sementara timnya lebih dulu terjun hari ini.
"Yang jelas itu galian C, ini sesungguhnya izinnya kita limpahkan ke daerah dan ke gubernur. Tapi dengan kondisi kayak begini tidak menutup kemungkinan untuk evaluasi total," terangnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/6).
Sebelumnya, Kementerian ESDM mengirimkan Tim Inspektur Tambang untuk melakukan investigasi teknis lapangan terkait musibah longsor di area pertambangan batu alam yang terjadi di Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (30/5) pukul 10.00 WIB. Kementerian ESDM menekankan setiap kegiatan pertambangan wajib mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku.
Proses evakuasi korban longsor tambang batu, di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (30/5). Foto: Dok. Humas Polda Jabar
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Tri Winarno mengatakan Tim Inspektur Tambang akan bergabung dengan tim tanggap darurat lainnya untuk melakukan serangkaian proses investigasi. Langkah awal mencakup pemetaan lokasi menggunakan drone untuk memetakan skala kerusakan dan status medan. Setelah itu, tim akan melakukan asesmen potensi longsor susulan, sekaligus menganalisis faktor penyebab dari berbagai aspek, mulai dari teknis, prosedur, lingkungan, hingga kondisi kerja.
โ€œHasil analisis ini nantinya akan dijadikan dasar rekomendasi tindakan korektif dan preventif agar kejadian serupa tidak terulang,โ€ tambahnya.
Trending Now