Bakti Lingkungan Djarum Foundation Tanam Lebih dari 2 Juta Pohon Sejak 1979
18 September 2025 20:35 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Bakti Lingkungan Djarum Foundation Tanam Lebih dari 2 Juta Pohon Sejak 1979
Berbagai macam pohon yang ditanam Djarum Foundation. Mulai dari trembesi hingga mangrove.kumparanBISNIS

Program Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) sudah berjalan lebih dari empat dekade. Berawal dari langkah sederhana menanam pohon di rumah sendiri di Kudus, Jawa Tengah pada 1979, kini gerakan itu berkembang luas dan menyentuh berbagai aspek pelestarian lingkungan.
βAwalnya itu mulanya simpel, tanam pohon di rumah sendirilah, di Kota Kudus, Jawa Tengah,β kata Program Director Bakti Lingkungan Djarum Foundation Jemmy Chayadi di kumparan Green Initiative Conference di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (18/9).
Jemmy menyebut mulai dari aksi tanam pohon itu, akhirnya mulai tanam lebih banyak pohon bahkan hingga di luar Kudus. Seiring waktu, program penanaman pohon itu meluas hingga jalur Pantura dengan pohon trembesi yang masih bisa dilihat hingga kini. BLDF juga memperluas gerakannya ke wilayah pesisir melalui penanaman mangrove di pantai utara Jawa untuk menahan abrasi dan menjaga garis pantai.
βJadi di pantai utara, itu banyak mangrove, dan mangrove mulai terkikis. Jadi akhirnya kita pun, dari Djarum bakti lingkungan juga mulai menanam mangrove, membantu menanam mangrove. Jadi sudah mangrove, sekali lagi, ini berkembang terus, bahwa dari mangrove kita melihat, oh oke, kita juga tidak bisa stop di sana,β
Kesadaran itu semakin kuat ketika BLDF menanam pohon di kawasan Gunung Muria, Kudus. Di sana, mereka menemukan macan tutul Jawa yang hidup berdampingan dengan warga setempat. Dari pengalaman menanam pohon tersebut ia menyadari kehidupan yang berdampingan dengan spesies lain.
Temuan ini menjadi titik awal BLDF memperluas fokusnya pada konservasi satwa liar mulai dari menghitung populasi macan tutul, berapa dan mengapa peranan macan tutul itu penting sekali untuk menjaga ekosistem di Gunung Muria, apalagi di Pulau Jawa.
βMacan tutul Jawa ini berperan penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Mulai dari hal itu, BLDF bergerak ke perlindungan spesies liar,β tambahnya
Tak hanya soal pohon dan satwa, BLDF juga mulai menaruh perhatian pada isu sampah dan regenerasi kesadaran lingkungan. Melalui program Siap Darling (Siap Sadar Lingkungan), mereka mengajak anak muda untuk peduli, terlibat, dan meneruskan gerakan peduli lingkungan.
Akhirnya BLDF berkembang tadi nanti yang sampah yang akan saya akan share lebih banyak lagi nanti. Jadi juga melihat, oh ada juga masalah sampah. Dan juga yang terakhir ini mungkin nanti Mas Isman bisa share lebih banyak lagi adalah peranan generasi muda. Generasi muda, di sini kita ada program namanya siap darling, siap sadar lingkungan. Menurutnya isu lingkungan ternyata memiliki hubungan satu sama lainnya.
βJadi kita nggak bisa stop di tanam pohon, tapi kita juga harus melihat, oh ternyata ada hubungannya sama sampah. Oh ada hubungannya dengan menjaga populasi macan tutul Jawa. Oh ada hubungannya, bagaimana gerakan ini harus terus berlanjut ke generasi muda,β ujarnya.
Reporter: Nur Pangesti
