Bank Indonesia Yakin Rupiah Tetap Aman di Tengah Ketidakpastian Global

17 September 2025 17:19 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bank Indonesia Yakin Rupiah Tetap Aman di Tengah Ketidakpastian Global
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo optimistis stabilitas rupiah saat ini terjaga dengan baik.
kumparanBISNIS
Gubernur Bank Indonesa Perry Warjiyo menyampaikan paparan saat konferensi pers hasil rapat Dewan Gubernur di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (19/3/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Bank Indonesa Perry Warjiyo menyampaikan paparan saat konferensi pers hasil rapat Dewan Gubernur di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (19/3/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Bank Indonesia (BI) optimistis nilai tukar rupiah bisa tetap terkendali di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS per September 2025 menguat 0,30 persen dibandingkan dengan level akhir Agustus 2025.
β€œStabilitas nilai tukar rupiah didukung oleh konsistensi kebijakan stabilisasi Bank Indonesia di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global serta peningkatan konversi valas ke rupiah oleh eksportir seiring penerapan penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA),” kata Perry dalam konferensi pers, Rabu (17/9).
Selain itu, Perry menilai perkembangan rupiah relatif stabil apabila dibandingkan dengan kelompok mata uang negara berkembang dan negara maju. Ia memperkirakan nantinya nilai tukar rupiah juga akan tetap stabil.
β€œKe depan, nilai tukar rupiah diperkirakan tetap stabil didukung komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Perry.
Perry juga memastikan BI akan terus memperkuat respons kebijakan stabilisasi, termasuk intervensi terukur di pasar off-shore NDF dan strategi triple intervention pada transaksi spot, DNDF, dan SBN di pasar sekunder.
β€œSeluruh instrumen moneter juga terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah,” tutur Perry.
Trending Now