Bapanas Guyur 52.400 Ton Jagung Bersubsidi, Peternak Dapat Harga 5.000/kg

4 Oktober 2025 11:36 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bapanas Guyur 52.400 Ton Jagung Bersubsidi, Peternak Dapat Harga 5.000/kg
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog mendistribusikan 52.400 ton jagung kepada 2.109 peternak di 16 provinsi.
kumparanBISNIS
Petani mengumpulkan jagung untuk pakan ternak saat proses penjemuran di Desa Alue Bagok, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Jumat(26/7/2024). Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
zoom-in-whitePerbesar
Petani mengumpulkan jagung untuk pakan ternak saat proses penjemuran di Desa Alue Bagok, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Jumat(26/7/2024). Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Cadangan jagung pemerintah (CJP) mulai disalurkan kepada peternak ayam petelur (layer) mandiri yang tengah menghadapi fluktuasi harga pakan.
Lewat stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) jagung, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog mendistribusikan 52.400 ton jagung kepada 2.109 peternak di 16 provinsi.
Harga yang ditetapkan dalam program ini adalah Rp 5.000 per kilogram (kg) untuk pengambilan langsung di gudang Bulog dan maksimal Rp 5.500 per kg di tingkat peternak. Selisih harga ditanggung pemerintah melalui anggaran Bapanas sebesar Rp 78,6 miliar, dengan asumsi subsidi Rp 1.500 per kg.
β€œSaat harga jagung pakan bagi peternak sedang berfluktuasi, pemerintah menyalurkan stok CJP yang bersumber dari jagung produksi dalam negeri yang diserap sejak awal tahun ini,” tutur Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, dalam keterangannya, Sabtu (4/10).
Langkah intervensi ini diklaim mulai berdampak pada harga jagung di tingkat peternak. Data Panel Harga Pangan Bapanas menunjukkan, pada 2 Oktober 2025 rata-rata harga jagung turun 0,64 persen menjadi Rp 6.644 per kg dibandingkan pekan sebelumnya Rp 6.687 per kg.
Meski menurun, harga jagung pakan masih lebih tinggi dari Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 5.800 per kg untuk kadar air 15 persen.
Peternak memberi pakan ke ayam petelur peliharaannya. Harga pakan naik akibat kenaikan jagung yang jadi bahan utama pakan ternak. Foto: kumparan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jagung pakan yang mahal mendorong kenaikan biaya produksi di subsektor peternakan. Bahkan, harga telur ayam ras dan ayam pedaging menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga diterima petani. Pada September lalu, indeks peternak unggas mencapai 126,02 tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
β€œPemerintah menyadari fluktuasi harga jagung pakan harus cepat diredam. Ini agar tidak berimplikasi pada harga telur dan daging ayam juga. Dengan SPHP jagung 52,4 ribu ton ke 2.109 peternak ini menjadi instrumen stabilisasi pemerintah. Semoga Oktober ini dapat tuntas dan memberikan dampak positif sebagai faktor peredam harga,” jelas Arief.
Arief menyampaikan, distribusi awal SPHP jagung sudah sampai ke beberapa sentra peternakan, antara lain Kabupaten Kendal (Jawa Tengah) serta Kabupaten Blitar, Malang, dan Trenggalek (Jawa Timur). Hingga 2 Oktober, sekitar 300 ton jagung telah diterima koperasi dan asosiasi peternak.
Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 9046/KPTS/PK.240/F/09/2025, penerima SPHP jagung adalah koperasi, asosiasi, dan peternak mandiri. Dari total 52.400 ton, alokasi ditetapkan sesuai skala usaha yakni peternak mikro untuk tiga bulan kebutuhan, kecil dua bulan, dan menengah satu bulan.
Kabupaten Kendal memperoleh alokasi terbesar, yakni 7.060 ton, disusul Kabupaten Blitar dengan 6.131 ton, dan Kabupaten Malang sebanyak 4.518 ton.
Trending Now