Bapanas: ID Food Sudah Serap 60 Ribu Ton Gula Petani

24 September 2025 19:30 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bapanas: ID Food Sudah Serap 60 Ribu Ton Gula Petani
Kepala Bapanas mengatakan ID Food sudah menyerap 60 ribu ton gula petani, dari target 81 ribu ton tahun ini.
kumparanBISNIS
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Kamis (12/6). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Kamis (12/6). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengungkap BUMN Pangan melalui ID Food telah merealisasikan penyerapan sekitar 60 ribu ton gula petani, dari total target penyerapan 81 ribu ton.
Dengan demikian, holding perusahaan pelat merah sektor pangan tersebut masih memiliki pekerjaan rumah untuk menyerap 21 ribu ton gula petani.
"Tinggal tersisa sekitar kemarin terakhir 21 ribu ton dari 81 ribu ton. Jadi Mekanismenya adalah diserap kemudian gula ini juga harus keluar. Tapi nanti biasanya dalam 2-3 bulan itu selesai (penyerapan), stok yang ada di BUMN (ID Food) dikeluarkan," kata Arief di Kantor Bapanas, Jakarta, Rabu (24/9).
Sebelumnya pemerintah melalui Danantara Indonesia sudah mengalokasikan anggaran Rp 1,5 triliun untuk menyerap hasil gula petani dalam negeri. Tujuan pembelian gula petani oleh dana tersebut adalah untuk memastikan harga gula di pasaran tetap stabil.
Setelah diserap gula akan masuk ke dalam kantong ID Food dan menjadi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk digelontorkan dalam rangka intervensi menjaga pasokan dan harga.
Ilustrasi persediaan gula. Foto: Dok. Kementan
"Jadi perlu refreshment stok hari ini Bulog sedang melakukan refreshment stok untuk jagung (dan) beras, gula dalam posisi menyerap nanti lepas di Desember, Januari kita lihat begitu panen tebunya itu turun, waktunya melepas gula," jelas Arief.
Dalam kesempatan yang sama Arief juga memastikan peredaran gula rafinasi yang diperuntukkan untuk industri tidak bocor ke pasaran dan dijadikan sebagai gula konsumsi. Arief mengaku telah berkoordinasi dengan Satgas pangan mengenai hal ini
"Cuma sekali lagi untuk gula rafinasi supaya tidak masuk ke pasar. Saya juga sudah minta Kasatgas Pangan untuk bantu, supaya gula rafinasi itu nggak masuk ke pasar. Karena namanya aja rafinasi memang kesepakatannya untuk industri makan minuman. Jadi harus proper, kalau nggak, nanti yang petani tebu kita yang gula konsumsi juga susah, karena barangnya nggak jalan," tuturnya.
Berdasarkan data ID Food hingga 23 September, total penyerapan gula sudah mencapai 92.830 ton. Tahap pertama sebanyak 29 ribu ton lewat pembiayaan bank komersial senilai Rp 420,5 miliar. Sementara lewat pendanaan Danantara, penyerapan dilakukan di tahap kedua 30 ribu ton dan tahap ketiga 33.830 ton, atau total 63.830 ton.
Trending Now