BCA Soal Stress Test Rupiah Rp 20.000/Dolar AS: Kemungkinannya Kecil
15 Mei 2018 18:54 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:08 WIB

BCA Soal Stress Test Rupiah Rp 20.000/Dolar AS: Kemungkinannya Kecil
Direktur Bank BCA Rudy Susanto menilai kecil kemungkina rupiah mencapai level stress test Rp 20.000/dolar AS.kumparanBISNIS

Bank Central Asia Tbk (BCA) menilai saat ini kondisi perbankan masih cukup baik. Hal ini terlihat rasio kecukupan modal (CAR) yang masih cukup tinggi di kisaran sebesar 23%.
Direktur BCA Rudy Susanto menuturkan, kondisi industri perbankan cukup kuat sekalipun rupiah berada di level uji ketahanan (stress test) rupiah di level Rp 20.000 terhadap dolar AS. Sementara saat ini, nilai tukar rupiah masih berada di level sekitar Rp 14.000 terhadap mata uang Paman Sam.
"Saya rasa sebagian besar bank kita 98-99% itu mampu lah, sangat mampu untuk ini karena CAR kita itu tinggi sekali perbankan Indonesia," kata Rudy saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (15/5).
Kendati demikian, Rudy mengatakan jika kemungkinan rupiah menyentuh level Rp 20.000 sangatlah kecil. Menurut Rudy, pernyataan yang disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait stress test merupakan simulasi yang biasa dilakukan oleh otoritas terhadap industri keuangan.

"Saya rasa waktu stress test dipasang saat kondisi yang paling jelek yang kemungkinan kejadiannya tuh kecil sekali. Bukan berarti (rupiah) kita akan jadi Rp 20.000 per dolar AS," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, stress test terhadap perbankan tersebut tak akan membuat pasar goyah. Menurut dia stress test pada kurs hanya bersifat simulasi.
"Namanya juga stress test, itu pasti engak cuma Rp 14.000 yang dia bikin kalau stress test, kalau kejadian gini gimana kita, kejadian gitu gimana. Katakanlah Rp 20.000, bagaimana dia bilang? Oke kan? Makanya ya sudah," kata Darmin, Jumat (4/5) lalu.
